Harga Cabai Merah Berangsur Turun, Sumut Berpeluang Deflasi

Harga Cabai Merah Berangsur Turun, Sumut Berpeluang Deflasi

llustrasi. Cabai merah

(rzp/eal)

Senin, 24 September 2018 | 16:22

Analisadaily (Medan) - Setelah sempat bertahan di atas Rp 35.000/Kilogram selama sepekan lebih, harga cabai merah berangsur mengalami pemulihan. Saat ini cabai merah dijual sekitar Rp 30.000/Kg.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, ada penurunan yang sangat tajam dibandingkan harga menjelang akhir pekan lalu yang sempat bertahan di level Rp 38.000/Kg. Harga cabai mengalami penurunan yang cukup tajam dibanding dengan rata-rata harga di awal bulan September.

"Saya menilai harga cabai Rp 30.000/Kg ini masih terbilang mahal. Meski demikian kita tetap bersyukur, gangguan cuaca yang sempat memicu kenaikan harga cabai tidak begitu mempegaruhi ke depan," kata Gunawan, Senin (24/9).

Gunawan berpandangan, jika harga cabai bertahan di kisaran Rp 30.000/Kg hingga akhir bulan, dirinya optimis Sumut berpeluang mencetak deflasi. Karena bersamaan dengan itu harga daging ayam juga mengalami penurunan. Bahkan harga bawang merah dan bawang putih juga turun tajam.

"Bawang merah dan bawang putih dijual di kisaran Rp 17.000-an, sementara harga daging ayam saat ini dijual di kisaran Rp 22.000/Kg dari sebelumnya yang sempat mencapai Rp 27.000-an/Kg," ucapnya.

Diungkapkan Gunawan, saat ini sejumlah bahan kebutuhan pokok mengalami penurunan. Jika harga cabai merah bertahan di harga yang sekarang hingga akhir bulan, dan perhitungan inflasi memasukan harga cabai merah di level saat ini, serta dengan asumsi bahwa bawang dan daging ayam harganya juga bertahan di level sekarang hingga akhir bulan. Kesimpulannya bulan September ini Sumut masih berpeluang mencetak deflasi.

Karena September ini tidak ada kebutuhan besar masyarakat terkait dengan berwisata, atau liburan keagamaan tertentu, atau juga terkait dengan program kenaikan kelas. Tidak ada kemungkinan lonjakan harga akibat barang di luar bahan kebutuhan pokok.

"Semuanya masih terlihat sama. Jadi asumsi besaran inflasi selama harga tidak berfluktuasi tajam di akhir bulan masih akan terjaga," ungkapnya.

Gunawan menyebut, rentang laju tekanan harga di bulan September akan bergerak sebesar -0.2% (deflasi) hingga 0.1% (inflasi) sejauh ini. Laju tekanan inflasi di Sumut diyakini masih akan sangat terjaga. Sasaran target laju inflasi di Sumut masih sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

"Meski demikian, penurunan harga bawang merah ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, karena cenderung merugikan petani kita, dikarenakan harganya anjlok," sebutnya.

(rzp/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar