Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan, Edy Rahmayadi: Stabil

Harga Bahan Pangan Jelang Ramadan, Edy Rahmayadi: Stabil

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi meninjau stok bawang merah, Jumat (26/4)

(jw/csp)

Jumat, 26 April 2019 | 14:35

Analisadaily (Medan) - ‎Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono meninjau harga sembako jelang Ramadan 1440 Hijrah di Pusat Pasar, Medan, Jum'at (26/4).

Veri menjelaskan, peninjauan kesediaan stok dan harga bahan pangan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

"Harga bahan pokok di Medan stabil, hanya masalah bawang putih, tapi sudah diantisipasi, Pak Menteri sudah mengijinkan impor, kita harapkan masuk ke semua wilayah Indonesia," ujar Veri saat meninjau harga bersama Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Saat ini, daging ayam dijual pedagang seharga Rp 28.000 - Rp 30.000 per kilogram, daging sapi Rp 110.000 per kilogram, gula pasir Rp 11.500 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10.500 per liter, minyak goreng kemasan Rp 12.000 per liter.

Cabai merah keriting Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit Rp 25.000 per kilogram. Namun, bawang putih sedikit mengalami kenaikan. Dijual seharga Rp 50.000 per kilogram, padahal seminggu sebelumnya Rp 45.000 per kilogram.

Sedangkan beras, stoknya aman dan harganya juga stabil. Kepala Divisi Regional Badan Urusan Logistik Sumut, Basirun menambahkan, stok di Bulog kurang lebih 60.000 ton. Menurutnya, itu cukup sampai 6 bulan. "Apalagi yang ada di pasar, lebih banyak lagi," tambahnya.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyampaikan,  Sumut kan memang dikenal dengan gudangnya beras. Mudah-mudahan, beras di daerah ini tidak ada masalah.

"Insya Allah beras tak ada masalah," ujar Edy.

"Yang menonjol harga bawang putih, karena kekurangan stok. Ini menjadi bahan evaluasi. Kita harus menyiapkan karena daerah kita bisa berbuat untuk itu, yang lain normal," lanjut Edy.

Mengatasi kekurangan, Edy meminta supaya distributor mempersiapkan bahan selama setahun, terutama menjelang hari besar. Sehingga, tidak ada alasan kurang.

"Harus merencanakan 1 tahun, khususnya hari besar, tidak ada alasan kurang. Harus direncanakan, sudah pasti hari besar Ramadhan, Lebaran, Natal, Tahun Baru, banyak kebutuhan,” tegasnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar