Halangi Ambulans, Pengamat: Tindakan Pelanggaran Hukum

Halangi Ambulans, Pengamat: Tindakan Pelanggaran Hukum

Seorang pengendara mobil yang mengaku Tentara Nasional Indonesia tidak memberi jalan ambulans yang sedang melaju, Senin (16/4)

(aa/csp)

Senin, 16 April 2018 | 15:25

Analisadaily (Medan) – Baru-baru ini publik di sosial media dihebohkan dengan rekaman seorang pengendara mobil yang mengaku Tentara Nasional Indonesia tidak memberi jalan ambulans yang sedang melaju.

Menurut pengamat transportasi Sumatera Utara, Dr M Surbakti, rekaman video penghalangan ambulans tersebut merupakan tindakan yang melanggar hukum.

Kepada Analisadaily.com, ia mengatakan, berdasarkan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 di pasal 134 dan 135, di sana sangat jelas dikatakan, ambulans yang bersirine harus diprioritaskan jalannya.

“Tidak boleh digangu. Bahkan misalnya, jika ada iring-iringan pajabat, iringan itu harus mendahulukan ambulans yang membawa pasien,” ujar M Surbakti saat dihubungi via telepon seluler, Senin (16/4).

Bagaimanapun juga, lanjutnya, ambulans yang sedang bawa pasien atau mobil pemadam kebakaran yang sedang menuju lokasi kebakaran harus diutamakan. Karena, posisi mereka lebih urgent dibandingkan yang lainnya.

“Oleh karena itu, pengguna jalan lainnya harus bertoleransi," tambahnya.

Kepentingan Masyarakat

Sebelumnya, Kapendam I/BB, Kolonel Inf Edy Hartono, menanggapi video viral tersebut. Ia menyampaikan, sudah menerima dan melihat video itu.

“Saat ini, kami tindaklanjuti dan sebarkan ke satuan-satuan di Kodam I/BB. Hasilnya sejauh ini tidak ada satu pun yang mengenalinya sebagai anggota kita,” katanya.

Hanya saja, ia menyayangkan video berhenti saat pria yang mengaku anggota TNI itu mendekati orang yang merekamnya, sehingga wajahnya tidak terekam cukup lama.

Tapi ia tidak yakin, kalau pelaku yang menghalangi ambulans itu seorang anggota TNI. Sebab sebagai personel TNI sudah dididik untuk mengedepankan kepentingan masyarakat.

Kendati begitu, Kodam I/BB akan terus melakukan penyelidikan untuk mencari tahu siapa pria yang terekam di salah satu jalan di Kota Medan itu.

Bila bukan anggota TNI, pria itu akan diserahkan kepada kepolisian. Selain menjadi tentara gadungan, dia juga telah menjelekkan nama baik institusi TNI.

(aa/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar