HAKI Komda Sumut Gelar Seminar dan Pameran Anti Gempa

HAKI Komda Sumut Gelar Seminar dan Pameran Anti Gempa

Ketua HAKI Komda Sumut Daniel R. Teruna dan Ketua Panitia Wadi Huang serta Ronal H.I Simbolon, Sumarlin Satio dan Limantoba

(hers/eal)

Minggu, 14 Juli 2019 | 19:41

Analisadaily (Medan) - Seminar dan pameran terkait perkembangan terkini dan berbagai jenis produk konstruksi bangunan tercanggih anti gempa akan diselenggarakan Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Komda Sumatera Utara yang berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu (19-20 Juli 2019) di Tiara Convention Hall, Jalan Cut Meutia, Medan.

Ketua HAKI Komda Sumut, Daniel Rambi Teruna, bersama Ketua Panitia Wadi Huang, serta Wakil Ketua Panitia Ronal H.T. Simbolan, Sekretaris Johannes Sibagariang, dan Ketua Bidang Sumarlin Satio dan Limantoba mengutarakan hal itu usai menggelar rapat panitia di Medan.

Menurut Daniel, tujuan dari seminar sebagai kegiatan rutin HAKI Komda Sumut setiap tahun agar semua tenaga ahli teknik sipil  bisa memperoleh  masukan ilmu dan pengetahuan  terbaru mengenai teknologi terkini dalam bidang konstruksi bangunan, terutama konstruksi anti gempa yang wilayah kita Indonesia rawan bencana tersebut.

Mengenai peserta yang ikut dalam seminar itu, baik Daniel Rambi Teruna ataupun Wadi Huang mengaku berasal dari para profesional, konsultan, kontraktor dan mahasiswa bidang teknik sipil.

"Dari 200 yang ditetapkan semula, ternyata yang ikut mendaftar sudah mencapai 250 peserta sehingga sudah melebihi target," kata Daniel, Minggu (14/7).

Ketua Panitia Wadi Huang menyebutkan narasumber untuk seminar dan short course itu terdiri dari dua dosen ITB Bandung Prof. Dr. Ir. Bambang Budiono, ME Judul: Design berbasis Kinerja untuk Struktur Beton Tahan Gempa; Prof. Dr. Iswandi Imran, serta Dr. Shamsul bin Kamaruddin, BSc dari Badan Tenaga Ahli Research Senior Malaysia serta sejumlah pemakalah lainnya dari ahli konstruksi bangunan tahan gempa, termasuk Ketua HAKI Komda Sumut Daniel R. Teruna.

Seminar yang juga bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara dan Universitas Simalungun serta sejumlah perusahaan, menurut panitia akan dirangkai dengan pameran di lokasi yang sama Tiara Convention Hall dengan menampilkan berbagai produk konstruksi tahan gempa dari dalam dan luar negeri.

"Khusus pameran yang akan memajangkan berbagai peralatan monitor atau pengukur  kekuatan ketahanan sebuah pondasi bangunan untuk gempa lengkap dengan bahan-bangunannya akan  berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, dan terbuka untuk umum tanpa dipungut bayaran," kata Daniel sambil mengajak masyarakat untuk datang menyaksikan pameran yang berlangsung sejak pagi sampai sore.

Baik Daniel Teruna ataupun Wadi Huang mengaku pameran itu sangat bermanfaat bagi masyarakat pemilik bangunan ataupun pelaku jasa konstruksi karena mengingatkan akan pentingnya bangunan bertingkat atau non-bertingkat dirancang dan dibangun dengan sistem anti gempa.

"Bukan hanya bangunan yang akan dibangun tetapi bangunan lama pun bisa ditata ulang (retrofitting) dengan memasukan alat atau bahan bangunan jenis struktur beton anti gempa," ujar Daniel yang mengaku sudah banyak, namun belum semua, bangunan bertingkat di kota Medan menggunakan teknologi anti gempa seperti itu.

Daniel mengingatkan masyarakat untuk tidak perlu merasa kecewa atau merasa terlambat tentang bangunan miliknya yang sebelumnya dibangun tidak menggunakan teknologi anti gempa karena masih bisa dilakukan penataan ulang dengan memasukan bahan-bahan bangunan atau peralatan anti gempa yang kini semakin sangat dipercaya sehingga penghuni sangat merasa aman jika terjadi bencana tersebut.

(hers/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar