Hadir di Stasiun Pulu Brayan, Rail Clinic Layani Pengobatan Gratis

Hadir di Stasiun Pulu Brayan, Rail Clinic Layani Pengobatan Gratis

Pelayanan kesehatan gratis.

(rel/rzd)

Selasa, 23 Oktober 2018 | 17:57

Analisadaily (Medan) - Sebagai bakti sosial dan upaya memberikan pelayanan kesehatan di daerah-daerah yang jauh dari fasilitas umum dan berada di jalur kereta api, PT KAI (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menghadirkan rangkaian Rail Clinic di Stasiun Pulu Brayan.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut, M.Ilud.Siregar, Rail Clinic merupakan bentuk konstribusi perusahaan dalam kegiatan bakti sosial pengobatan gratis dan edukasi kesehatan, serta sosialisasi keselamatan perkeretaapian.

Kegiatan Bakti Sosial RailCilinic ini merupakan rangkaian program kegiatan lanjutan yang sebelumnya sudah dilaksanakan di Stasiun Batang Kuis, Binjai, Rantau Prapat, dan Padang Halaban.

“Ini sebagai upaya KAI untuk membantu pemerintah di bidang kesehatan, terutama kepada masyarakat di daerah sekitar jalur KA yang sulit dijangkau layanan kesehatan,” kata Ilud, Selasa (23/10).

Dijelaskannya, kegiatan Layanan Kesehatan Rail Clinic di Stasiun Pulu Brayan meliputi Pelayanan Kesehatan Dokter Umum, Pelayanan Kesehatan Gigi, Pelayanan Kebidanan dan Pemeriksaan Mata dengan fasilitas peralatan kesehatan autorefraktormeter/keraktormeter, dental gigi yang dilengkapi kamera intraoral, alat USG, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Selanjutnya dalam kegiatan ini dilakukan pemberian kacamata gratis bagi siswa SD YWKA, kurang lebih 30 siswa. Untuk undangan sebanyak 300 peserta yang diberikan pengobatan gratis yang terdiri dari 270 Masyarakat Umum dan 30 siswa tingkat SD,” jelasnya.

Di samping layanan kegiatan Bakti Sosial Rail Cilinic, diberikan kegiatan sosialisasi keselamatan Perkeretaapian. Keselamatan adalah Pilar Utama dalam jasa transportasi Kereta Api dengan prisip lebih baik tidak berangkat daripada tidak pernah sampai tujuan.

Kegiatan Sosialisasi Keselamatan ini meliputi sosialisasi ketertiban berlalu lintas di perlintasan sebidang jalur kereta api, pelemparan terhadap perjalanan kereta api dan peran serta masyarakat terhadap keselamatan perkeretaapaian.

Pemberian kacamata gratis.

Pemberian kacamata gratis.

Dari data yang ada hingga saat ini di tahun 2018, kecelakaan di pintu perlintasan di wilayah Divre I Sumut mencapai 29 kali kejadiaan kecelakaan, pelemparan sebanyak 30 di banding tahun 2017 sebanyak 64 kali kecelakaan di pintu perlintasan dan 59 pelemparan.

“Untuk data pintu perlintasan jumlah pintu perlintasan yang resmi sebanyak 86 pintu perlintasan serta 212 Pintu Perlintasan yang tidak resmi di wilayah Divre I Sumut,” terangnya.

Ilud juga menyampaikan, peran serta masyarakat terhadap Keselamatan Perkeretaapiaan sangat dibutuhkan, terutama dalam hal mentaati dan patuh terhadap rambu-rambu di perlintasan sebidang dengan jalur Kereta Api.

“Seperti tidak mendirikan bangunan di daerah jalur kereta api. Tidak melakukan pelemparan serta tidak menempatkan atau menaruh barang berbahaya di jalur kereta api,” tandasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar