Hadapi Angkutan Nataru, KAI Divre I Sumut Siapkan 90 Perjalanan

Hadapi Angkutan Nataru, KAI Divre I Sumut Siapkan 90 Perjalanan

Kereta Api.

(rel/rzd)

Senin, 10 Desember 2018 | 16:26

Analisadaily (Medan) - Menyambut masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019, KAI Divre I SU telah menyiapkan sarana, prasarana, dan SDM untuk mendukung kelancaran pelaksanaan angkutan seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, masa angkutan Nataru ditetapkan selama 18 hari, mulai tanggal 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

“Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan,” kata Manager Humas PT KAI (Persero) Divisi Regional I Sumut,M. Ilud Siregar, Senin (10/12).

Dari aspek sarana KA, tahun ini KAI Divre I SU menyiagakan 30 unit lokomotif dan 76 unit kereta, serta 4 unit kereta cadangan. Sementara untuk jumlah KA, tahun ini KAI menyiapkan 16 perjalanan KA reguler, 42 perjalanan KA Bandara dan lokal 24 perjalanan KA, serta 8 perjalanan KA Perintis Cut Meutia untuk melayani masyarakat yang ingin menggunakan jasa KA pada masa liburan akhir tahun kali ini.

“Sehingga total jumlah KA yang siap melayani masyarakat pada masa angkutan Nataru kali ini adalah 90 perjalanan KA,” ujarnya.

Ilud menerangkan, solume penumpang selama 18 hari masa angkutan Nataru diprediksi meningkat kurang lebih sebesar 4% atau 17.556 penumpang dibanding masa angkutan Nataru tahun lalu sebanyak 16.788 penumpang.

Masyarakat yang ingin mendapatkan tiket KA dapat melakukan pembelian di seluruh channel resmi penjualan tiket kereta api, antara lain aplikasi ponsel resmi KAI yakni KAI Access, situs kai.id, Contact Center 121/ (021) 121, loket, maupun channel eksternal yang telah bekerja sama dengan KAI seperti gerai minimarket, Traveloka, Tiket.com, Tokopedia, agen resmi dll.

Untuk memberikan rasa aman bagi pengguna jasa KA, selama angkutan Nataru 2018/19, KAI menyiapkan 279 personel keamanan yang terdiri dari 73 personel Polsuska, 206 personel security, dan bantuan eksternal dari TNI/Polri sebanyak 38 personel.

“Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta,” terangnya.

Siapkan AMUS di Daerah Rawan Bencana

Dari aspek prasarana, seperti tahun-tahun sebelumnya KAI bersiap siaga untuk daerah-daerah rawan bencana alam. KAI menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel, dsb di titik-titik yang telah ditentukan.

Selain itu, KAI juga menyiagakan tenaga flying gank, Petugas Penilik Jalan (PPJ) Ekstra, Penjaga Jalan Lintas (PJL) Ekstra, dan petugas posko daerah rawan di sepanjang lintas KA Divre I SU  untuk memantau apabila terjadi rintang jalan atau peristiwa luar biasa (PLH) yang menghambat perjalanan KA.

“Total sebanyak 208petugas disiagakan dengan rincian 66 personel PPJ Ekstra, 109 personel PJL Ekstra, dan  33 personel posko daerah rawan,” Sebut Ilud.

Meskipun jumlah PJL ditingkatkan, PT KAI dengan tegas mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. UU No 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) yang menyebutkan bahwa perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar