Hackathon Merdeka 2.0, Sumut Optimis Mampu Bersaing

Hackathon Merdeka 2.0, Sumut Optimis Mampu Bersaing

Kadis Kominfo Provinsi Sumatera Utara, Drs, Jumsadi Damanik SH, M. Hum

(rzp/jpp)

Sabtu, 24 Oktober 2015 | 13:42

Analisadaily (Medan) – Dalam Hackathon Merdeka 2.0, Kepala Telkom Regional I Sumatera, Teuku Muda Nanta optimis Sumut mampu menuangkan ide-ide cemerlang untuk dapat memberikan kontribusi serta solusi melalui sistem aplikasi kepada pemerintah Indonesia.

“Dalam Hackathon kali ini kita optimis ada perwakilan di Sumut yang masuk 10 besar untuk kembali bersaing di Jakarta pada tanggal 28 Oktober mendatang,” kata Teuku Muda Nanta dalam pembukaan Hackhaton Merdeka 2.0 di Telkom Digital Valley, Jalan Wolter Monginsidi Medan, Sabtu (24/10).

Jika dipetakan secara keseluruhan dari 28 kota dengan hampir seribu peserta, menurut Nanta pesaing terberat adalah dari Jawa Barat dan Kota Surabaya. Meski demikian ia tetap yakin peserta dari Sumut mampu bersaing dengan mereka.

“Pesaing terberat saya rasa dari Jawa Barat dan Surabaya, tapi anak-anak muda kita juga tidak kalah hebat dari mereka, kita yakin anak-anak muda di Sumut memiliki ide-ide yang brilian untuk memberikan solusi kepada pemerintah terkait persoalan kependudukan yang dapat dirasakan dan dibutuhkan oleh masyarakat saat ini,” ungkapnya.

Kadis Kominfo Provinsi Sumut, Drs, Jumsadi Damanik SH, M. Hum menilai Hackhaton Merdeka 2.0 merupakan eventlomba yang sangat bermanfaat, di mana dengan mengangkat tema masalah kependudukan merupakan persoalan yang sangat luar biasa banyaknya.

Menurutnya, persoalan jumlah sudah selesai sedangkan persoalan untuk meningkatkan kesejahteraan dalam berbagai bidang itu sangat penting, misalnya persoalan untuk mendistribusikan Raskin, Sumut tidak punya data base yang benar-benar update. Kemudian tingginya kematian ibu dan bayi, di mana persoalannya karena kegagalan pemerintah untuk mengantisipasi secara cepat penanganan medic.

“Oleh karena itu, IT ini diharapakan dapat menjembatani bagaimana masyarakat pada saat dia mau melahirkan, sudah dapat rumah sakit mana yang kosong dan dokter mana yang ada, jadi dia tingggal memilih yang terdekat.  Dan dikonfirmasi secara jelas,” ucap Jumsadi.

Panitia lokal di Medan, Bernice Syaiful menjelaskan kegiatan Hackathon diinisiasi oleh Code4Nation dan bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia untuk berkompetisi serta mampu memberikan ide-ide yang bisa diaplikasikan kepada bangsa dan Negara dalam sebuah aplikasi.

Melalui dukungan dari PT Telkom Indonesia Tbk. (Telkom), penyelenggaraan acara memanfaatkan Digital Valley, Digital Lounge serta Kantor Telkom, sedangkan di Kota Medan dilaksanakan di Jalan Wolter Monginsidi.

“Kegiatan berlangsung marathon selama 24 jam, dari 28 kota jumlah peserta mencapai ribuan sedangkan untuk jumlah peserta di Medan sendiri ada sekitar 17 tim yang terdiri dari 55 orang,” jelas Bernice.

(rzp/jpp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar