Gunung Slamet Alami Gempa Tremor Menerus Terlama

Gunung Slamet Alami Gempa Tremor Menerus Terlama

Gunung Slamet Lontaran lava pijar strombolian pada kawah Gunung Slamet, terlihat dari Desa Pandansari, Paguyangan, Brebes, Minggu (17/8) pagi. Letusan strombolian yang terjadi lebih dari seratus kali dalam semalam ini, dapat dilihat pada ketinggian 2050 mdpl, dengan jangkauan lontaran material pijar, telah melebihi batas vegetasi puncak Gunung Slamet. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Rabu, 27 Agustus 2014 | 11:52

Purwokerto - ANTARA News, Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, hari ini mengalami gempa tremor menerus terlama selama berstatus "Siaga" pada bulan April dan Agustus 2014.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Desa Gambuhan, Kabupaten Pemalang, terekam adanya gempa tremor menerus yang terjadi pada pukul 00.00-06.00 WIB atau selama enam jam.

Jika dibandingkan dengan data gempa tremor yang terekam dalam beberapa hari terakhir, gempa tremor yang terjadi hari ini merupakan yang terlama sejak status Gunung Slamet dinaikkan menjadi "Siaga" pada 12 Agustus maupun saat status "Siaga" pada bulan April 2014.

Saat dihubungi dari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Surono mengakui jika gempa tremor yang terekam pada hari ini merupakan yang terlama terjadi di Gunung Slamet selama status "Siaga" pada bulan April maupun Agustus.

"Ya betul (gempa tremor terlama). Mudah-mudahan aktivitasnya tetap sama, energinya hanya untuk embusan asap dan untuk lontaran material pijar saja," katanya.

Lebih lanjut, Surono mengatakan bahwa selain terjadi gempa tremor menerus pada pukul 00.00-06.00 WIB, selama periode pengamatan itu juga terekam 26 kali gempa letusan, teramati 73 kali sinar api setinggi 50-300 meter, serta terdengar empat kali suara gemuruh dan tiga kali suara dentuman.

Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, kata dia, dapat disimpulkan bahwa status Gunung Slamet tetap "Siaga" dan masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas dalam radius empat kilometer dari puncak gunung tertinggi di Jateng itu.

"Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di luar radius tersebut agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa," katanya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar