Gunung Sinabung Semburkan Abu Vulkanik Hingga 2.5 Kilometer

Gunung Sinabung Semburkan Abu Vulkanik Hingga 2.5 Kilometer

Gunung Sinabung tampak menyemburkan abu vulkanik, Senin (21/5)

(jw/csp)

Senin, 21 Mei 2018 | 08:37

Analisadaily (Karo) - Gunung Sinabung menyemburkan debu vulkanik hingga setinggi 2.500 meter pada Minggu (20/5).

Informasi yang diperoleh dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, erupsi dengan Amplitudo maximum 78 mm dan lama gempa 776 detik. Angin mengarah ke Barat-Barat daya.

Salah seorang warga di Desa Tiga Pancur, Kec. Simpang Empat, Karo, Anto, yang menyaksikan melihat langsung erupsi mengatakan, awalnya gunung tidak terlihat karena tertutup kabut. Namun, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah Sinabung.

"Kurang lebih jam setengah 10 malam tadi la erupsi. Dari gunung terdengar suara gemuruh dan ada terlihat seperti kilat. Larvanya juga sempat keluar," ucap Anto kepada Analisadaily.com, Senin (21/5).

Dari pantauan pagi ini terlihat Gunung Sinabung tidak menunjukkan aktivitas dan cuaca di sekitarnya juga cerah.

Sebelumnya, Petugas Pos PGA Sinabung Armen Putra, menghimbau kepada masyarakat, agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara.

Dan, jarak 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta dalam jarak 4 km untuk sektor Utara-Timur Gunung Sinabung. "Masyarakat yang bermukim di dekat sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar waspada terhadap potensi bahaya lahar," ujarnya.

Mengingat, lanjutnya, telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir aliran Sungai Laborus agar waspada karena bendungan sewaktu-waktu bisa jebol. Sehingga, mengakibatkan lahar atau banjir bandang ke hilir.

"Potensi saat ini masih tinggi karena aktivitas Sinabung juga tinggi. Masyarakat juga diimbau agar menjauhi zona merah," pungkas Armen.

Kondisi Gunung Sinabung hari ini, Senin (21/5) pagi

Kondisi Gunung Sinabung hari ini, Senin (21/5) pagi

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar