Gubsu Minta Pembunuh Satu Keluarga Dihukum Seberat-beratnya

Gubsu Minta Pembunuh Satu Keluarga Dihukum Seberat-beratnya

Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, mencium kening Kinara (4) di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (10/4)

(ns/eal)

Senin, 10 April 2017 | 21:40

Analisadaily (Medan) - Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, membesuk Kinara (4), anak yang selamat dari pembantaian satu keluarga di Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan KH. Wahid Hasyim, Medan, Senin (10/4).

Kinara merupakan satu-satunya korban selamat dalam kasus pembunuhan satu keluarga yang terjadi di Pasar I Gang Tengah, Lingkungan XI, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu (9/4).

Dia menderita luka serius pada bagian mata dan kepala dan saat ini masih mendapat perawatan intensif setelah ayah, ibu, kakak, abang dan neneknya meninggal akibat dibunuh.

Gubsu yang disambut Kepala RS Bhayangkara Medan, AKBP Nyoman Eddy Purna Wirawan, langsung mencium kening Kinara dan berkali-kali mengusap kening bocah malang tersebut.

"Pelaku pembunuhan sekeluarga ini sangat keji dan biadab. Mudah-mudahan polisi segera menangkap pelakunya dan sangat pantas dihukum seberat-beratnya," ucap Gubsu.

Usai menyerahkan uang duka, Gubsu meminta keluarga yang ditinggalkan agar sabar, tabah dan tawakal.

"Pemerintah provinsi berjanji siap membantu biaya pendidikan Kinara kelak jika diperlukan. Pasti kita membantu," sebut Erry yang datang membesuk didampingi Kadis Pendidikan Provsu, Arsyad Lubis dan Kabag Humas, Indah Dwi Kumala.

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan, AKBP Nyoman Eddy Purna Wirawan, memastikan kondisi Kinara sudah mulai pulih.

"Kondisinya stabil, sudah mulai membaik dan lebih tenang. Namun untuk memulihkan kondisi psikologis pasca trauma, kami akan memberikan pendampingan secara intensif kepada Kinara, baik secara medis maupun psikis," ungkap Nyoman.  

(ns/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar