Gubsu Imbau Kepala Daerah Bentuk Satgas Karhutla

Wakapolda Ungkap Tiga Daerah di Sumut Rawan Karhutla

Gubsu Imbau Kepala Daerah Bentuk Satgas Karhutla

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, dalam rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Jumat (20/9)

(jw/eal)

Jumat, 20 September 2019 | 20:23

Analisadaily (Medan) - Dalam rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, meminta kapada bupati/walikota se-Sumut agar mengaktifkan satuan tugas kebakaran hutan dan lahan (satgas karhutla).

Selain itu Edy juga mengimbau para kepala daerah agar melibatkan seluruh elemen masyarakat secara intensif dalam mencegah dan menanggulangi karhutla di wilayahnya masing-masing.

"Dalam keadaan mendesak atau darurat, kepala daerah dapat menggunakan belanja tidak terduga untuk memenuhi kebutuhan daerah atau masyarakat, serta mendukung penegakan hukum terhadap pelaku karhutla," kata Edy di Kantor Gubernur Sumut, Jumat (20/9).

Sementara Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI MS Fadhilah menyampaikan, terjadinya karhutla 95% karena ulah manusia.

"Kebakaran hutan ini 95% karena ulah manusia, ada yang tingkatnya kecil hingga tingkat korporasi, motivasinya pun beragam, ada motivasi karena tuntutan ekonomi, ada juga yang termotivasi melakukan karhutla karena urusan politik," ungkap Fadhilah.

Untuk itu Fadhilah berharap agar semua pihak kembali berpikir agar melakukan hal-hal baik yang tidak merugikan bangsa.

"Kita cinta Sumut, kita hidup di sini, mari kita jaga hutan kita. Mari kita bergandengan tangan selamatkan bumi kita dan anak-anak kita karena yang menjadi korban adalah generasi penerus bangsa," ujarnya.

Dalam kesempatan itu Wakapolda Sumut, Brigjen Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, menjelaskan untuk wilayah Sumut ada tiga daerah yang rawan karhutla dan perlu diwaspadai, yakni Mandailing Natal, Labuhanbatu Selatan dan Taman Nasional Gunung Leuser.

"Saat musim kemarau, tiga lokasi tersebut rawan terjadi karhutla, namun Taman Nasional Gunung Leuser yang berada di dekat Bahorok bisa diatasi karena sering terjadi hujan," jelas Mardiaz.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar