Gubernur Sumut Tabur Benih Ikan ke Danau Toba

Gubernur Sumut Tabur Benih Ikan ke Danau Toba

Gubernur Sumatera Utara, H. Tengku Erry Nuradi saat menabur benih ikan ke Danau Toba, Rabu (22/3)

(ns/csp)

Rabu, 22 Maret 2017 | 19:56

Analisadaily (Parapat) - Gubernur Sumatera Utara, H. Tengku Erry Nuradi penaburan 45 ribu benih ikan jenis Nilem dan Tawes di Parapat, Danau Toba, Rabu (22/3). Penaburan ini sejalan dengan adanya pengaduan masyarakat terkait jumlah hasil tangkapan nelayan semakin berkurang.

"Kami lakukan penaburan benih sebanyak 15 ribu benih ikan Tawes dan 30 ribu benih ikan Nilem. Mudah-mudahan apa yang kita tabur ini bisa berkembang dengan baik," ujar Tengku Erry usai membuka kegiatan Pra Musrenbang Wilayah Dataran Tinggi.

Setelah menabur benih, lanjut Erry, Pemprov Sumut berharap seluruh masyarakat dan pihak terkait secara bersama menjaga lingkungan Danau Toba. Dengan begitu, ikan akan mendapatkan tempat yang baik. Kalau kualitas airnya jelek, tentu akan membuat ikan terganggu.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan, Zonny Waldi menjelaskan, ikan Tawes dan Nilem merupakan jenis ikan asli Danau Toba yang keberadaannya sudah hampir punah.

"Jadi kami ambil induknya, kami besarkan, jinakkan dan kembang biakkan. Ikan ini adalah pemakan plankton dan juga pemakan muntahan ikan budidaya Kerambah Jaring Apung," ujar Zonny.

"Tahun ini sudah ditebar sebanyak 56 ribu ditambah lagi ini 45 ribu. Sementara untuk target kita 1 juta benih. Maka, UPT kita di Kerajaan Simalungun dan pusat pembibitan di Ambarita itu kita berdayakan untuk produksi benih," katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Zonny, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama Kementerian Perikanan dan Kelautan, LIPI dan BLH Sumut serta beberapa pakar menyepakati tingkat produksi perikanan yang diizinkan pada angka 50 ribu ton ikan per tahun.

"Pada 2015 hasil produksi ikan KJA mencapai 84 ribu ton, menurun pada 2016 menjadi 63 ribu ton per tahun. Jadi tahun ini harus ditekan menjadi sama atau lebih kecil dari 50 ribu ton per tahun," jelasnya.

Untuk itu, katanya, pada April mendatang, Diskanla Sumut akan melakukan pendataan serta penataan keberadaan KJA guna menekan hasil produksi ikan. Hasilnya akan dirapatkan dengan tim terkait baik pusat, provinsi dan kabupaten se-kawasan serta stakeholder yang berhubungan dengan produksi ikan KJA.

(ns/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar