GrabBike Beri Dukungan Pejuang #AntiNgaret untuk Tingkatkan Produktivitas

GrabBike Beri Dukungan Pejuang #AntiNgaret untuk Tingkatkan Produktivitas

City Manager 2-Wheel, Medan, Grab Indonesia, Ken Pratama, saat kampanye #AntiNgaret di 8 kota besar di Indonesia, termasuk Kota Medan, Selasa (13/8)

(rzp/csp)

Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:47

Analisadaily (Medan) - Ngaret sudah menjadi kata yang sangat familiar didengar masyarakat Indonesia. Ngaret berasal dari kata dasar ‘karet’ digunakan kalangan anak muda untuk menggambarkan sesuatu yang ‘molor’ dari waktu direncanakan.

Istilah tersebut memang sering dipakai dalam menggambarkan seseorang yang tidak tepat waktu. Sayangnya, ngaret kerap dikaitkan sebagai budaya yang begitu melekat dengan orang Indonesia.

Budaya tersebut menciptakan kebiasaan, di mana banyak orang merasa terlalu nyaman dalam mengulur waktu dan hal ini menyebabkan berkurangnya produktivitas.

Untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Indonesia dan menjadi pendukung bagi para pejuang #AntiNgaret, layanan transportasi roda dua milik Grab, GrabBike, menghadirkan kampanye #AntiNgaret di 8 kota besar di Indonesia, Semarang, Yogyakarta, Medan, Bandung, Makassar, Surabaya, Palembang, dan Jabodetabek.

Antropolog, Dosen dan Ketua Departemen Antropologi Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara, Fikarwin Zuska menjelaskan, ngaret telah menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat Indonesia dan dianggap menjadi 'tradisi' yang sulit untuk ditinggalkan.

Asumsi bahwa orang Indonesia tak bisa lepas dari ngaret, kini sudah menjadi stereotype, khususnya ketika membuat janji dalam sebuah pertemuan. Dampaknya, produktivitas bisa terganggu.

Untuk bisa meminimalisir kebiasaan yang sudah menjamur sebagai fenomena sosial ini, masyarakat perlu mawas diri untuk mengubah kebiasaan ini.

"Selain itu, mereka juga bisa memanfaatkan transportasi online sebagai armada pendukung dalam mencapai tempat tujuan dengan nyaman dan cepat," kata Fikarwin di Medan, Selasa (13/8).

City Manager 2-Wheel, Medan, Grab Indonesia, Ken Pratama menyebut, ada juga sebagian masyarakat lainnya yang justru tak ingin terjebak dalam kebiasaan terus-terusan mengulur waktu.

Mereka yang disebut sebagai pejuang #AntiNgaret ini selalu berusaha semaksimal mungkin agar bisa mencapai tujuan dengan on time. Karenanya, Grab menjadikan GrabBike sebagai armada pendukung untuk mereka yang terus mengejar berbagai hal yang berarti, tentunya dengan ketepatan waktu penjemputan.

Dengan jumlah armada yang memadai serta informasi mengenai estimasi waktu kedatangan mitra pengemudi saat memesan, pengguna dapat tiba di tujuan dengan lebih cepat.

"Hal ini sejalan dengan misi baru kami untuk mendorong Indonesia maju dengan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan menciptakan akses kepada layanan harian berkualitas tinggi dan juga aman," sebut Ken.

(rzp/csp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar