Golkar Sumut Berempati Kader Terbaiknya Diamankan KPK

Golkar Sumut Berempati Kader Terbaiknya Diamankan KPK

Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain (Ist)

(jw/eal)

Kamis, 14 September 2017 | 16:02

"Kami berempati atas apa yang terjadi. Karena beliau adalah salah satu kader terbaik Partai Golkar Sumut"

Irham Buana Nasution

Analisadaily (Medan) - Tertangkapnya Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (13/9) kemarin, mendapat tanggapan dari Partai Golkar Sumatera Utara.

OK Arya yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Batubara, diamankan oleh petugas KPK karena diduga terlibat dalam korupsi sejumlah proyek di Kabupaten Batubara.

Sekretaris DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Irham Buana Nasution menyatakan, Partai Golkar turut berempati atas apa yang menimpa kadernya tersebut.

"Tentu kami berempati atas apa yang terjadi semalam. Karena beliau adalah salah satu kader terbaik Partai Golkar Sumut," kata Irham, Kamis (14/9).

Irham juga menyebut, mereka cukup prihatin dan sangat menyayangkan apa yang menimpa Bupati Batubara dua periode itu.

"Apapun alasannya beliau sudah dua periode sebagai bupati," ucapnya.

Disinggung apakah Partai Golkar Sumut akan memberikan pendampingan hukum terhadap OK Arya, dirinya belum mau berkomentar lebih banyak.

"Dalam kondisi yang ada, beliau kan tersangkut karena jabatannya sebagai bupati, bukan sebagai Ketua DPD Golkar. Kami belum bisa ambil langkah ke depan. Sejauh ini kita belum putuskan untuk memberikan pendampingan hukum," ungkap Irham.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, membenarkan adanya operasi tangkap tangan terhadap Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain.

Febri menjelaskan, OTT yang dilakukan KPK itu mengamankan tujuh orang sekaligus terkait pengurusan sejumlah proyek di Kabupaten Batubara.

"OTT dilakukan terkait dengan pengurusan sejumlah proyek di daerah tersebut. Sejumlah uang juga diamankan. Ada dari unsur penyelenggara negara atau kepala daerah, pejabat dinas dan swasta," kata Febri.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar