Gojek Pastikan Tidak Ada Sistem Prioritas, Hanya Pembaharuan Alokasi

Gojek Pastikan Tidak Ada Sistem Prioritas, Hanya Pembaharuan Alokasi

Gojek (Ist)

(rel/rzd)

Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:56

Analisadaily (Medan) – Pihak Gojek menyayangkan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mitra driver di Kantor Gojek, di kawasan CBD Polonia Medan, Kota Medan, pada Selasa (13/8) kemarin.

“Karena sesungguhnya, Gojek menyadari arti penting komunikasi dengan mitra driver. Untuk menjaga kualitas komunikasi antara Gojek dengan mitra driver, kami telah rutin menggelar Kopdar,” kata Head of Regional Corporate Affairs Gojek, Teuku Parvinanda, dalam keterangan resmi diterima Analisadaily.com, Rabu (14/8).

Di sini, lanjutnya, komunikasi berlangsung dua arah. Bukan hanya sebagai wadah sosialisasi kebijakan demi peningkatan kualitas layanan, tetapi juga wadah bagi mitra driver untuk menyampaikan aspirasinya.

Teuku menyebut, topik Kopdar sangat beragam, terutama hal-hal yang berkaitan dengan operasional, seperti sosialisasi mengenai keamanan dan keselamatan, tarif, bagaimana menjalankan order dengan tetap mengedepankan kualitas layanan.

“Hingga apa yang menjadi kebutuhan mitra driver untuk membuat mereka lebih berdaya dan produktif,” sebutnya.

Dalam Kopdar, Gojek dan mitra bertemu secara rutin setiap dua minggu sekali, serentak se-Indonesia. Melalui Kopdar, Gojek bisa mengidentifikasi banyak hal untuk dikembangkan.

Berbagai inisiatif untuk bisa menjawab kebutuhan mitra driver telah dilahirkan dan dilaksanakan. Mulai dari program Swadaya, Bengkel Belajar Mitra, hingga apresiasi kepada mitra driver dalam berbagai bentuk.

“Dengan demikian Gojek meyakini kualitas komunikasi dengan mitra driver telah terjalin dengan baik, dan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas tersebut,” ujarnya.

Teuku mengungkapkan, berkaitan dengan aspirasi yang disampaikan mitra driver, pihaknya menginformasikan tidak ada sistem prioritas di Gojek. Yang dilakukan Gojek adalah pembaharuan sistem alokasi.

“Gojek berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan mitra driver dalam bekerja,” ungkapnya.

Pada sistem itu, kedekatan dengan titik lokasi bukanlah satu-satunya parameter dalam pembagian order. Sebab, order yang dibuat oleh konsumen akan disebarkan kepada mitra yang berada pada radius tertentu.

Kemudian, mitra yang paling rajin (tidak pilih-pilih order), punya rating tinggi, berpeluang lebih besar untuk mendapatkan order tersebut. Melalui sistem yang baru ini, jumlah mitra driver yang berbuat curang menggunakan Fake GPS dapat berkurang.

“Sistem baru ini juga secara tidak langsung membuat pengguna mendapat kualitas pelayanan yang lebih baik,” tegasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar