Geruduk DPRD Sumut, Ini Tuntutan Penarik Betor

Geruduk DPRD Sumut, Ini Tuntutan Penarik Betor

Penarik betor, sopir angkot dan sopir taksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (20/3).

(jw/rzp)

Senin, 20 Maret 2017 | 14:49

Analisadaily (Medan) - Para penarik betor, sopir angkot dan sopir taksi menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan. Tetap dengan tuntutan yang sama, mereka meminta pemerintah menutup angkutan umum berbasis online.

"Kami menilai angkutan online tidak memiliki izin. Menurut kami, angkutan berbasis online melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan," kata Sekretaris Solidaritas Angkutan Transportasi Umum (SATU), Rizal, disela-sela aksi, Senin (20/3).

Rizal menuturkan angkutan berbasis online sudah sangat mengurangi penghasilan mereka. "Aplikasi angkutan umum online ini harus ditutup. Semenjak ada mereka, penghasilan tukang betor jadi berkurang," tuturnya.

Selain menuntut ditutupnya angkutan umum berbasis online, mereka juga menuntut agar rekan mereka yang ditangkap beberapa waktu lalu karena kasus penganiayaan terhadap pengemudi Grab Car, dibebaskan.

Penarik betor, sopir angkot dan sopir taksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (20/3) jw.

Penarik betor, sopir angkot dan sopir taksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (20/3). (jw)

"Kami minta agar teman kami dibebaskan. Sesuai janji Waka Polrestabes Medan, setelah mediasi dan diperiksa kawan kita itu harus dikeluarkan," ucapnya.

Dari informasi yang diperoleh Analisadaily.com, aksi yang dilakukan oleh para penarik betor, sopir angkot dan sopir taksi ini akan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari aksi sebelumnya, pada tanggal 21 Februari 2017 lalu.

(jw/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar