Gerakan Sekolah Berintegritas Mewujudkan Masyarakat Bermartabat

Gerakan Sekolah Berintegritas Mewujudkan Masyarakat Bermartabat

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur, Sumut Musa Rajekshah, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, R Sabrina, Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Fachruddin Siregar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Arsyad Lubis, Ketua KPK RI, Agus Rahardjo, dan Dirjen Dukcapil Kemendagri RI Zudan Arif Fakrullah menekan tombol peluncuran Gerakan Sekolah Berintegritas, Selasa (14/5)

(rel/csp)

Rabu, 15 Mei 2019 | 13:17

Analisadaily (Medan) - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara meluncurkan Gerakan Sekolah Berintegritas di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (14/5).

Peluncuran dihadiri Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Agus Rahardjo, Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, dan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sabrina.

Hadir juga Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Fachruddin Siregar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumut, Arsyad Lubis, dan Dirjen Dukcapil Kemendagri RI, Zudan Arif Fakrulloh.

“Harapannya, seluruh masyarakat Sumut mendukung program ini. Sehingga, tujuan mewujudkan masyarakat bermartabat dalam pendidikan, terpelajar, berkarakter cerdas, berdaya saing, dan mandiri dapat segera kita capai,” ujar Edy.

“Pendidikan bermartabat, termasuk meningkatkan kesejahteraan guru. Mulai 1 Juli 2019 nanti, gaji guru honor akan naik dari Rp 40.000 menjadi Rp 90.000 per jam,” sambungnya.

Arsyad Lubis mengatakan, Gerakan Sekolah Berintegritas merupakan program yang bertujuan untuk penguatan karakter anak bangsa melalui internalisasi nilai-nilai anti korupsi ke dalam materi ajar atau kurikulum sekolah.

 

Tak hanya itu, program ini juga bertujuan menyediakan pelayanan dan manajemen pendidikan yang berkualitas di Sumut.

Gerakan Sekolah Berintegritas ini diwujudkan dalam bentuk enam aplikasi, yakni Rencana Kerja Sekolah Bantuan Operasional Sekolah (e-RKS BOS), Penilaian Hasil Pelajar Peserta Online (e-Raport), Daftar Usulan Perhitungan Angka Kredit (e-Dupak), Penerimaan Peserta Didik Baru Online Jenjang SMA dan SMK (e-PPDB), Disposisi Berjenjang (e-Disposisi), Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Berbasis Online (e-GTK Berprestasi).

Arsyad juga menerangkan tentang lima program terobosan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan untuk tahun 2019, di antaranya Pelayanan dan Manajemen Pendidikan Berkualitas, Gerakan Sekolah Cerdas Bermartabat, Gerakan PTK Berkualitas dan Bermartabat, Peingkatan Kesejahteraan Guru dan Non PNS, Revitalisasi SMK.

“Melalui terobosan-terobasan ini, kita harapkan transparansi dan keadilan dalam manajemen dan pelayanan pendidikan kita meningkat. Begitu juga dengan prestasi-prestasi kita dalam bidang pendidikan,” kata Arsyad.

“Sebagai informasi, tahun ini Sumut merupakan provinsi ketiga dengan jumlah siswa terbanyak yang lulus di SNMPTN, sebanyak 7.937 siswa. Kemudian, kita merupakan provinsi pertama yang menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online terintegrasi dengan kabupaten/kota se Sumut,” tuturnya.

Arsyad pun meminta dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan gerakan ini. Begitu juga dengan program-program Dinas Pendidikan lainnya yang sedang diupayakan. Salah satunya, integarasi Single Identity dengan Disdukcapil Provinsi Sumut.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar