Gempa Lombok, Korban Meninggal Dunia Menjadi 131 Orang

Gempa Lombok, Korban Meninggal Dunia Menjadi 131 Orang

Tim SAR Gabungan saat melakukan evakuasi terhadap korban gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (8/8) (BNPB)

Rabu, 8 Agustus 2018 | 18:27

Analisadaily (Lombok) - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melaporkan, hingga hari ini, Rabu (8/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa di NTB dan Bali sebanyak 131 orang meninggal.

“Sebanyak 1.477 orang luka berat dan dirawat inap di rumah sakit, 156.003 orang mengungsi, 42.239 unit rumah rusak dan 458 unit sekolah rusak,” kata Sutopo seperti yang terima Analisadaily.com.

Data ini, menurut Sutopo, diperkirakan akan terus bertambah mengingat pendataan belum semua selesai dilakukan, termasuk korban belum semua ditemukan oleh Tim SAR gabungan.

Dari 131 orang meninggal dunia terdapat 78 orang di Kabupaten Lombok Utara, 24 orang Lombok Barat, 19 orang Lombok Timur, 6 orang Kota Mataram, 2 orang Lombok Tengah, dan 2 orang Kota Denpasar.

Hari ketiga pasca gempa bermagnitudo 7 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB lalu, penanganan darurat terus diintensifkan, termasuk menurunkan jumlah personil, bantuan logistik, alat berat, dan distribusi bantuan.

Tim SAR gabungan terus melakukan evakuasi dan penyisiran terhadap korban yang diduga masih tertimbun bangunan roboh. Evakuasi mengerahkan 14 alat berat, 4 anjing pelacak dan personil gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan.

Verifikasi Data

Di sosial media, beredar data jumlah korban meninggal yang lebih banyak. Bahkan hasil pertemuan Camat se-Kabupaten Lombok Utara menyebutkan jumlah korban 347 orang meninggal dunia.

Menanggapi itu, Sutopo menyampaikan, Posko BNPB dan Pusdalops BPBD NTB saat ini masih melakukan verifikasi kebenaran data tersebut.

Laporan data korban harus dilampirkan identitas korban yaitu nama, usia, jenis kelamin dan alamat asal untuk menyatakan bahwa data korban korban tersebut benar.

Sebab konsekuensi dari adanya korban meninggal dunia maka Pemerintah akan memberikan bantuan santunan duka cita dan lainnya.

“BNPB dan BPBD NTB sudah meminta Bupati Lombok Utara untuk memberikan lampiran identitas korban meninggal di Kabupaten Lombok Utara untuk keperluan verifikasi. Sesuai regulasi yang ada, data resmi dari korban akibat bencana yang benar dan diakui Pemerintah adalah data dari BNPB dan BPBD,” papar Sutopo.

Pengungsi Diperkirakan Bertambah

Terkait jumlah pengungsi, Sutopo menyampaikan, akan terus bertambah. Data sementara 156.003 orang yang tersebar di Lombok Utara 55.390 orang, Lombok Timur 29.195 orang, Lombok Barat 39.599 orang dan Kota Mataram 31.819 orang.

“Diperkirakan data pengungsi akan bertambah mengingat belum semua pengungsi terdata dengan baik. Kebutuhan dasar pengungsi terus ditambah, termasuk 100 ton beras dikeluarkan dari Depo Logistik oleh Dinas Sosial dan BPBD NTB,” sambungnya.

“Upaya terus diintensifkan untuk melayani korban gempa, misalnya layanan kesehatan dari Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan juga relawan,” tambah Sutopo.

Hingga sekarang, Rabu, (8/8) pukul 16.00 WITA, telah terjadi 332 kali gempa susulan. 17gempa dirasakan dengan kekuatan  3-5.6 SR. Ini adalah hal yang alamiah. Setelah terjadi gempa besar maka akan diikuti gempa susulan dengan kekuatan yang kecil.

“Masyarakat dihimbau tetap tenang. Tidak terpancing pada hoax atau informasi yang menyesatkan,” katanya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar