Gempa Berkekuatan 5,5 Magnitude Guncang Aceh Singkil dan Nias

Gempa Berkekuatan 5,5 Magnitude Guncang Aceh Singkil dan Nias

Ilustrasi (Pixabay)

(rel/rzd)

Senin, 11 Maret 2019 | 22:49

Analisadaily (Aceh) - Kabupaten Aceh Singkil dan Nias diguncang gempabumi tektonik, Senin (11/3) pukul 20.26 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan, informasi awal gempabumi ini berkekuatan 5,5 magnitude yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi 5,3 magnitude.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika wilayah I Medan, Edison Kurniawan, mengatakan, episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,96 LU dan 97,82 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 34 Km arah selatan Kota Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada kedalaman 52 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.

"Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik atau Thrust Fault," kata Edison.

Guncangan gempabumi ini dirasakan oleh masyarakat di daerah di Gunungsitoli (Sumut) III - IV MMI, Nias Utara (Sumut) III - IV MMI, Teluk Dalam (Nias Selatan, Sumut) II -III MMI, Sidikalang (Dairi, Sumut) II MMI, Dolok Sanggul (Humbahas, Sumut) II MMI, Sibolga (Tapteng, Sumut) II-III MMI, Singkil (Aceh Singkil, Aceh) IV MMI, Subulusalam (Kota Subulusalam, Aceh) II MMI.

"Belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami," terangnya.

Hingga pukul 21.22 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock. Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG," tandasnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar