Gelar Demonstrasi, Massa FSPMI Tolak Upah Murah

Gelar Demonstrasi, Massa FSPMI Tolak Upah Murah

Massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (5/11)

(jw/csp)

Senin, 5 November 2018 | 17:26

Analisadaily (Medan) - Puluhan massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) melakukan unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalan Diponegoro, Medan Senin (5/11).

Demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas kebijakan pemerintah terkait kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar 8.03 persen.

Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi menilai, penetapan upah ini tidak sesuai jika merujuk pada PP Nomor 78 Tahun 2015.

"Kami meminta pak Gubernur, Bapak Edy Rahmayadi yang baru dilantik, peduli dan peka dengan kesejahteraan buruh," kata Tony disela aksi.

Tony menjelaskan, UMP Sumut sebesar Rp2.303.403.43. Kenaikan ini melanggar UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 tentang Upah Layak Bagi Kaum Pekerja Buruh.

Dalam UU disebutkan, UMP harus berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL) yang dihitung atas kebutuhan sandang, pangan dan papan.

"Kami sudah melakukan penghitungan. Harusnya UMP sebesar Rp 2.9 juta. Dan, bukan ditetapkan berdasarkan Inflasi plus pertumbuhan ekonomi, tetapi survei harga kebutuhan pokok hidup buruh dalam sebulan meliputi, sandang, pangan, papan, para pekerja," jelasnya.

Tony juga mengungkapkan, UMP Sumut sudah sangat ketinggalan dengan provinsi lain. Selain UMP, massa juga juga mendesaak agar Upah Minimum Kota (UMK) naik menjadi 20 persen.

"Kami kecewa, Edy menjanjikan Sumut bermartabat. Tapi beliau malah menerapkan sistem upah murah," tutur Tony.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar