Gangguan Cuaca di Samudera Hindia Sebabkan Cuaca di Sumut Berubah

Gangguan Cuaca di Samudera Hindia Sebabkan Cuaca di Sumut Berubah

llustrasi

(jw/eal)

Kamis, 19 Juli 2018 | 13:58

Analisadaily (Medan) - Perubahan cuaca dari panas saat siang menjadi hujan saat malam hari dalam beberapa pekan belakangan ini disebabkan adanya gangguan cuaca yang terjadi di Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia.

Kepala Bidang Informasi dan Data BMKG Wilayah I Medan, Syahnan mengatakan, fenomena cuaca yang berubah saat ini disebabkan adanya gangguan di Laut Cina Selatan dan Samudera Hindia sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat kerap terjadi di malam hari.

"Selain itu juga karena ada belokan angin dan dua massa udara tepat di wilayah Sumut. Hampir seluruh wilayah Sumut yang merasakan. Walaupun di Pantai Barat masih terjadi hujan, namun di Pantai Timur curah hujannya sedikit," kata Syahnan, Kamis (19/7).

Akibat adanya gangguan tersebut membuat pola cuaca di Sumatera Utara menjadi berubah. Oleh karenanya, BMKG mengimbau kepada masyarakat agar selalu mewaspadai perubahan cuaca tersebut.

"Pengaruhnya akibat fenomena ini tentu merasa gerah dan panas, oleh karena itu kita mewaspadai peningkatan suhu udara ini dan sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Selain itu perlu juga diwaspadai angin kencang yang sifatnya lokal harus diwaspadai juga. Kita harapkan juga masyarakat harus mengikuti arahan dari BMKG," jelas Syahnan.

Syahnan mengungkapkan, untuk suhu di siang hari masih di batas normal dengan suhu 36 derajat celsius. "Ini masih normal. Karena kalau sudah ekstrem itu di atas 37 derajat celsius, sementara yang maksimum itu hanya 36 derajat celsius," ungkapnya.

Menurutnya, faktor lain adalah dikarenakan angin bersifat divergen, artinya angin menyebar. Selain itu tidak ada kumpulan- kumpulan awan yang menyebabkan terjadinya panas.

"Kemudian disatu titik dia bisa berkumpul dan bisa menyebabkan hujan di malam hari, karena kondisi kita seperti ini, BMKG berharap kepada masyarakat agar mewaspadai musim panas," tukas Syahnan.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar