Ganggang Hydrilla Berukuran Besar Banyak Tumbuh di Danau Toba

Ganggang Hydrilla Berukuran Besar Banyak Tumbuh di Danau Toba

Proses pencarian korban KM Sinar Bangun di Danau Toba (Foto: Isitmewa).

(rel/rzp)

Minggu, 24 Juni 2018 | 20:02

Analisadaily (Medan) - Danau Toba merupakan danau terbesar di Asia Tenggara. Di dalam danau ini ada jenis tanaman bernama ganggang hydrilla yang tumbuh.

Pada Senin (18/6) kemarin, Kapal Motor Sinar Bangun karam di Danau Toba. Saat karam, kapal membawa 180-an penumpang dan baru dievakuasi 21 penumpang, 18 selamat dan 3 meninggal dunia.

Wakil Direktur Polair Polda Sumut, AKBP Untung Sangaji mengaku pernah melihat ganggang hydrila yang besarnya berdiameter 3 sampai 4 sentimeter di Danau Toba, bahkan ada yang lebih.

"Ganggang ini jenis tanaman yang sering ditemukan di kolam-kolam. Ada yang panjangnya sampai 40 sampai 50 meter. Waktu kita coba masukan jangkar, kita ada dapat ganggang itu. Kemungkinan, di tempat tertentu ganggangnya lebih besar," kata Untung, Minggu (24/6).

Dijelaskan Untung, ganggang hydrilla memiliki tekstur pinggiran yang agak kasar. Tekstur kasar ini ada cenderung mengikat, bukan menggulung. Kemungkinan jika terkena ganggang ini, orang yang berusaha berenang ke atas akan susah.

"Itu karena teksturnya. Ganggang di dalam Danau Toba ada ribuan, padat, jika ke dermaga di Danau Toba, kita bisa lihat itu.

Untuk kedalaman Danau Toba, Untung menyebut di daerah tertentu kedalamannya berbeda, tergantung lokasi.

Hal ini dikatakan untung terkait proses pencarian korban dan bangkai Kapal Motor Sinar Bangun yang karam di perairan Danau Toba.

"Misalkan saat di Danau Toba, lalu di dalam danau itu ada batu, bisa beda ukuran kedalamannya. Tergantung konturnya," kata Untung.

Dijelaskannya, pada kedalaman 40 meter di Danau Toba, kondisinya sangat gelap. Dalam proses penyelaman, pihaknya memakai senter kedap air. Namun jarak yang bisa dilihat hanya 1 meter setengah.

"Makin ke dalam lagi, maka semakin pekat, dan semakin ke dalam, maka semakin susah," jelasnya.

Untung Sangaji juga meluruskan simpang siur kabar mengenai kedalaman Danau Toba. Sebab kabar beredar, disebutkan mencapai 1.600.

"Kedalaman Danau Toba mencapai 1.600 itu benar. Tapi 1.600 itu bukan dalam hitungan meter, hitungannya feet," terangnya.

Untuk hitungan 1 meter sama dengan 3 feet. Jika 1.600 dibagi 3, maka jadi berkisar 500-an meter. Sampai saat ini, kedalaman tetsebut yang sudah terdeteksi oleh tim SAR gabungan.

"Di Polair, kita sering menyampaikan ukuran kedalaman dalam hitungan feet," ujarnya.

Untung mengakui, dengan kedalaman 1.600 feet, tingkat kesulitan yang pertama adalah tekanan, yang jika ke dalam semakin kuat. Jika menggunakan jam tangan canggih, semakin ke dalam harus hati-hati karena bisa pecah.

"Bayangkan, di dalam kapal ada sepeda motor yang diikat bagian kanan dan kiri kapal. Kalau tenggelam, lebih cepat ke bawah," tandasnya.

KM Sinar Bangun tenggelam di Danau Toba. Saat itu KM Sinar Bangun berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Samosir, menuju Pelabuhan Tigaras, Samosir. Saat tenggelam, KM Sinar Bangun dikabarkan membawa 180-an penumpang dan puluhan sepeda motor.

(rel/rzp)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar