Gaji Tak Dibayar, Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor DPRD Sumut

Gaji Tak Dibayar, Guru Honorer Unjuk Rasa di Kantor DPRD Sumut

Puluhan guru honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Rabu (26/4).

(jw/rzp)

Rabu, 26 April 2017 | 13:53

Analisadaily (Medan) - Puluhan guru honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan.

Puluhan guru honorer yang terdiri dari guru SD, SMP dan SMA didampingi Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (DPD Pospera) Provinsi Sumatera Utara. Mereka meminta agar gaji dibayar Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun.

Seorang guru honorer yang ikut unjuk rasa, Agus Adi Syahputra mengatakan, pemerintah daerah Kabupaten Simalungun telah melanggar UU No 14 Tahun 2005 terhadap guru honorer dengan tidak memberi gaji kepada mereka selama enam bulan.

"Kami tidak digaji selama enam bulan. Kami juga meminta kejelasan status sebagai guru honorer di Simalungun," katanya di sela-sela aksi, Rabu (26/4).

Puluhan guru honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Rabu (26/4). (jw)

Puluhan guru honorer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Rabu (26/4). (jw)

Selain tidak digaji, juga ada yang dipecat secara sepihak serta mengharuskan pemberian sejumlah uang untuk mengeluarkan surat keputusan (SK). Sehingga menimbulkan kerugian terhadap para guru honorer, baik material maupun immaterial.

"Kami meminta Bupati Simalungun membayar gaji enam bulan tersebut, keluarkan SK 2017, tolak intimidasi kepada guru honorer, tolak pungutan biaya dalam perpanjangan SK PTT," sebutnya.

(jw/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar