FSPMI Minta Polisi Usut Tragedi Kebakaran Pabrik Mancis

Disnaker Dianggap Lalai

FSPMI Minta Polisi Usut Tragedi Kebakaran Pabrik Mancis

Rumah yang dijadikan pabrik mancis yang terbakar Jumat (21/6) kemarin

(jw/eal)

Sabtu, 22 Juni 2019 | 21:03

Analisadaily (Medan) - Elemen buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara yang konsen membela dan mengadvokasi hak kaum buruh merasa prihatin atas tragedi kebakaran pabrik mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat (21/6) siang kemarin.  

Ketua FSPMI Sumatera Utara, Willy Agus Utomo, mengatakan hal ini merupakan tragedi kelam ketenagakerjaan di Sumatera Utara.

"Kami turut berduka cita, semoga arwah puluhan buruh itu ditempatkan di sisi Allah SWT. Ini merupakan tragedi kelam dunia ketenagakerjaan Sumut," kata Willy di Medan, Sabtu (22/6).

Willy secara tegas meminta agar pihak kepolisian segera mengungkap tabir dan menangkap pemilik perusahaan yang diduga lalai dalam menerapkan sistem management Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) sehingga mengakibatkan banyaknya korban meninggal dunia dalam tragedi itu.

"Walau itu katanya home industri, pasti ada perusahaan resmi yang mensubkan atau mendistribusikan bahan baku mancis ke rumah yang terbakar itu untuk dikerjakan oleh para buruh. Nah perusahaan penyuplai itu yang harus diusut dan bertanggung jawab penuh atas tragedi ini," tegasnya.

Lebih lanjut Willy juga mengkritisi lemahnya peran dan fungsi pengawasan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Langkat. Menurutnya dalam hal ini pengawasan ketenagakerjaan berada di bawah Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) provinsi dan kabupaten setempat.

"Menurut info warga sekitar, pekerjaan itu sudah berlangsung lebih dari 5 tahunan, kenapa tidak terpantau oleh Disnaker dan pemerintah. Itu menandakan buruh selalu dipandang remeh oleh pemerintah kita," sesalnya

Willy memprediksi hak-hak para korban semasa bekerja tidak terlaksana sesuai UU Ketenagakerjaan yang berlaku, seperti hak normatif akan upah, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, serta perlindungan Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) dan lainnya.

"Hingga saat ini kami belum lihat komentar tegas dari Disnaker terkait kejadian ini. Kita minta Disnaker Kabupaten Langkat dan Provinsi Sumut juga usut pidana ketenagakerjaannya dan menjamin hak para korban yang harus ditanggung perusahaan mancis tersebut diberikan kepada ahli waris," tuturnya.

Jika diminta, pihaknya siap membantu dalam hal advokasi para keluarga buruh yang menjadi korban, baik persoalan pidana umum maupun pidana ketenagakerjaan atas kejadian yang menimpa keluarga mereka.

"Selain itu kita juga siap untuk memperjuangkan hak para korban sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," tukasnya.

Seperti diketahui kebakaran itu terjadi pada Jumat (21/6) sekitar pukul 12.00 WIB hingga menyebabkan 30 orang tewas, termasuk anak-anak.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar