Foksi Sumut Gelar Safari Dakwah, Ajak Masyarakat Tangkal Hoaks

Foksi Sumut Gelar Safari Dakwah, Ajak Masyarakat Tangkal Hoaks

Foksi Sumut gelar Safari Dakwah.

(rel/rzd)

Senin, 11 Maret 2019 | 19:18

Analisadaily (Deli Serdang) - Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar Safari Dakwah Santri Peduli Negeri di Desa Bandar Labuhan, Kabupaten Deli Serdang.

Dalam Safari Dakwah dengan tema 'Foksi dan Masyarakat Bersama Menjaga Persatuan dan Tebarkan Kedamaian di Sosial Media dan Waspada terhadap Berita Bohong alias HOAX', dilaksanakan pembacaan ayat suci Alquran.‎

"Safari Dakwah Santri Peduli Negeri ini merupakan wujud nyata dari kerja Foksi Sumut dalam rangka menangkal berita-berita hoaks yang marak terjadi menjelang Pemilu 2019," kata Ketua Foksi Sumut, Sofyan Tanjung, Senin (11/3).

Melalui kegiatan ini, Foksi Sumut ingin menyampaikan kepada masyarakat tentang informasi kebenaran, terutama terkait berita-berita bohong yang selalu menyerang pasangan calon (paslon) Presiden Nomor 01 Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin.‎

Dalam pemilihan presiden 17 April mendatang, Foksi yang terdiri dari para alumni pondok pesantren mendukung Joko Widodo bersama KH Ma'ruf Amin untuk memimpin negara ini lima tahun ke depan.

Menurutnya , sosok Jokowi yang sederhana dan sangat menghargai para ulama, dan santri dinilai tepat kembali memimpin negara ini untuk lebih baik lagi ke depannya.

"Dengan ditetapkannya Peringatan Hari Santri Nasional, merupakan salah bentuk kepedulian Jokowi terhadap santri. Apalagi selama kepemimpinannya empat tahun belakangan, Jokowi melakukan berbagai pembangunan sampai ke tingkat desa," terangnya.‎

Kepala Desa Bandar Labuhan, Azman, mengapresiasi kegiatan tersebut. Sebagai bagian dari pemerintah, ia menginginkan agar masyarakat harus memahami situasi dan kondisi politik menjelang Pemilu.

"Semoga pemilu ini berjalan damai. Dengan kehadiran saya semoga dapat membantu menghindari kegaduhan di antara kita. Siapapun presiden kita nantinya, kita ingin masyarakat damai," ungkapnya.‎

Ustaz Rudi Suntari dalam tausiyahnya menyampaikan, akhir-akhir ini banyak berita bohong atau fitnah yang menyerang salah satu pasangan calon presiden.

"Dalam ajaran agama manapun apalagi agama Islam, tidak dibenarkan menjelekkan orang lain, apalagi orang itu adalah calon pemimpin bangsa. Apalagi, kedua pasangan calon presiden saat ini merupakan putra terbaik bangsa, sehingga masyarakat bebas menentukan pilihannya pada pemilu nanti," urainya.‎

Dia juga mengaku mengapresiasi kegiatan yang digelar anak-anak muda alumni santri ini. Dengan kegiatan seperti ini diharapkan ke depan berita -berita hoaks atau fitnah yang muncul tidak lagi menimbulkan kegaduhan di antara masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut tokoh masyarakat Tantini, pengurus Foksi Sumut dan puluhan masyarakat.‎

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar