Fluktuasi Rupiah Terhadap Dolar AS Sangat Agresif

Fluktuasi Rupiah Terhadap Dolar AS Sangat Agresif

Ilustrasi.

(rel/rzd)

Kamis, 20 Desember 2018 | 16:37

Analisadaily (Medan) - Fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS pada hari ini, Kamis (20/12) sangat agresif. Rupiah bergerak cepat dalam tren penurunan. Pelemahan Rupiah lantaran Dolar AS yang bergerak cukup kencang dalam tren kenaikannya.

Analis Pasar Modal, Gunawan Benjamin mengatakan, tren kenaikan itu terjadi pasca The Fed menaikan kembali suku bunganya 25 basis point menjadi 2,25%-2,5%. Selain itu, Bank sentral memproyeksikan akan ada dua kali kenaikan di tahun depan.

“Adanya kenaikan suku bunga The Fed ini menjadi pemicu pelemahan nilai tukar mata uang di Asia, termasuk Rupiah. Rupiah diperdagangkan di rentang Rp 14.463 hingga Rp 14.516,” kata Gunawan.

Meskipun demikian, respons Bank Indonesia (BI) dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 19 hingga 20 Desember 2018 memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day RR di 6%. Ini merupakan langkah yang tepat bagi BI, dimana bulan lalu BI sudah mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed yang akan naik akhir tahun ini.

“Saya yakin, pelemahan Rupiah saat ini sifatnya sementara. Dan diharapkan, intervensi BI selanjutnya dapat mendorong kestabilan nilai tukar Rupiah lebih baik lagi,” ucapnya.

Di samping itu, lanjut Gunawan, selama tahun 2018, BI juga sudah menaikan suku bunga acuannya sebanyak 6 kali dengan kenaikan sudah mencapai 1,75%, dimana sebelumnya pada 18 Januari 2018 sebesar 4,25% dan terakhir 15 November 2018 sebesar 6%.

“Kenaikan suku bunga dalam 1 tahun ini dikatakan agresif pula, mengikuti respons kebijakan yang dilakukan The Fed,” ujarnya.

Disisi lain, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah usai naik 1,5% pada perdagangan kemarin. Investor mengantisipasi pelemahan saham hari ini, merespons pergerakan saham dari luar negeri.

“IHSG di tutup turun 28 poin atau melemah 0,45% di level 6.147 level tertinggi IHSG berada di level 6.160 dan level terendah berada di level 6.112,” terang Gunawan.

Saham-saham di bursa Asia dan Wall Street cenderung melemah merespons kenaikan suku bunga The Fed. Indeks Hangseng turun 1%, Kospi turun 1,17%, Shanghai turun 0,5%, Nasdaq turun dalam 2,16%, Dow Jones jatuh 1,48% dan NYSE melemah 1%.

“Di samping itu, Trump juga masih memanas menyikapi kebijakan kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed akhir tahun ini,” tandasnya.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar