Fenomena Hoaks Jadi Inspirasi 2 Seniman Tampilkan Pementasan Karya Tari 'Filter'

Fenomena Hoaks Jadi Inspirasi 2 Seniman Tampilkan Pementasan Karya Tari 'Filter'

Karya tari

(jw/rzd)

Rabu, 14 Agustus 2019 | 19:00

Analisadaily (Medan) - Dua seniman ternama tanah air menggelar aksi kolaborasi pementasan karya seni bertajukan 'Filter'. Karya tersebut satu dari 5 karya seni di Indonesia yang meraih Hibah Seni Kelola 2019 dalam kategori karya kolaborasi inovatif.

Dalam pementasan karya tari 'Filter' mempertemukan Sabri Gusmail, seorang seniman, yang berdomisili di Aceh dan Miyoshi Masato, seorang komposer dan musisi dari Bali.

Menurut Sabri Gusmail, Filter merupakan karya tari yang terinspirasi dari fenomena maraknya berita bohong (hoaks) yang berserakan di masyarakat, terutama pada media digital.

"Tawaran komunikasi yang praktis, mudah dan cepat di era sekarang ini telah menimbulkan beragam persoalan baru. Dalam hal ini pola berkomunikasi dan mengonsumsi informasi, hingga berseraknya berita hoaks menjadi hal yang meresahkan," ucapnya yang juga salah satu kolaborator, sekaligus dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, Rabu (14/8).

Sabri menjelaskan, keresahan atas berita bohong (hoaks) diterjemahkan oleh kolaborator ke dalam perwujudan karya seni. Diharapkan, hal itu dapat menjadi bagian dari kritik sosial atas tindakan individu dalam menyaring berita yang masuk ke akun sosial media masing-masing, mencermati, menganalisa sebelum berbagi berita.

"Kata Filter jika dikaitkan dengan konteks hari ini, dan bagaimana individu berkomunikasi secara digital, patutnya menjadi sebuah metode untuk bersikap dalam hal mengkonsumsi informasi," jelasnya.

Sabri dan rekannya mencoba memberikan gambaran, tawaran, serta pesan, bagaimana memilih dan menentukan setiap informasi yang berserakan di media sosial, menjadi sesuatu yang bermanfaat, bukan sebaliknya, menyesatkan.

"Kami berterima kasih kepada Yayasan Kelola yang telah memberikan kesempatan karya tari Filter sebagai peraih hibah seni kelala tahun 2019," kata Sabri.

Rektor ISBI Aceh, Mirza Irwansyah berharap, pementasan karya Filter dapat membuka ruang-ruang kreatif dan peluang bagi pengkarya di Aceh untuk dapat bersaing dalam perwujudan karya-karya inovatif, serta menghasilkan peraih-peraih hibah lainnya di masa yang akan datang.

"Semoga pementasan ini dapat menciptakan pengkarya untuk menghasilkan karya-karya yang inovatif," tambahnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar