Fenomena Alam Menakjubkan Kristal Es di Dieng Hanya Muncul 3 Hari dalam Setahun

Fenomena Alam Menakjubkan Kristal Es di Dieng Hanya Muncul 3 Hari dalam Setahun

(dtc)

Sabtu, 30 Agustus 2014 | 14:59

detikNews - Banjarnegara, Puncak fenomena embun beku "frost" yang oleh masyarakat sekitar biasa disebut 'bun upas' di wilayah Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah hanya terjadi selama tiga hari dalam satu tahun. Bahkan, fenomena alam yang muncul pada musim kemarau tersebut hanya terjadi pada bulan Juli-Agustus.

"Biasanya hanya tiga hari masa puncaknya. Itu ditandai dengan tanaman yang mengering seperti terbakar. Biasanya kalau sudah seperti itu, sudah tidak bisa ditanam lagi," kata Wakil Bupati Banjarnegara, Hadi Supeno kepada wartawan di sela-sela kunjungannya saat kegiatan Bank Indonesia (BI), Sabtu (30/8/2014).

Menurut dia, bun upas yang tidak disukai oleh petani di Dataran Tinggi Dieng karena dapat merusak puluhan hektar tanaman kentang juga pernah menyerang lahan pertanian warga Dieng hingga luasan 50 hektar. Itu dikarenakan areal yang biasanya terkena bun upas berada pada dataran di ketinggian.

"Jadi tidak semua lahan terkena bun upas. Hanya lahan yang berada di dataran yang termasuk daerah lembah dengan ketinggian sekitar 2.093 meter," jelasnya.

Namun dengan adanya fenomena bun upas tersebut, pemerintah mengakui tidak mampu menangani persoalan tersebut karena bun upas adalah fenomena alam yang sulit diprediksi. "Kami saja kesulitan memprediksi kapan terjadinya bun upas. Tapi, kami berharap warga mau beralih dari menanam kentang yang selama ini sering terimbas bun upas ke jenis tanaman lain," ungkapnya.

Dia menjelaskan, tanaman kentang selama ini memang membuat tanah menjadi tandus, oleh karena itu Pemkab Banjarnegara saat ini tengah mengintensifkan tanaman carica yang menjadi ciri khas obyek wisata Dieng untuk dikembangkan oleh petani di Dieng.

"Karena sifatnya tanaman kentang tidak bisa di tumpangsari dengan tanaman lain. Dan kami kesulitan untuk mengajak petani untuk mengganti tanaman kentang dengan tanaman lain yang tahan terhadap bun upas," ujarnya.

Suhu di Dieng pada saat musim kemarau sekitar bulan Juli-Agustus menjadi sangat ekstrem. Pada siang hari suhunya bisa mencapai 22-24 derajat celcius, tapi memasuki dini hari suhu akan terus turun hingga titik terendah mencapai dibawah nol derajat celcius. Bun Upas biasanya muncul pada suhu udara dini hari di bawah nol derajat celcius. Bun upas sendiri muncul di pagi hari menyerupai butiran es. Sehingga pada lahan pertanian di Dieng terlihat seperti hamparan salju. (arb)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar