Fakta-Fakta Terkait Peristiwa Kebakaran Pabrik Mancis di Langkat

Fakta-Fakta Terkait Peristiwa Kebakaran Pabrik Mancis di Langkat

Lokasi kebakaran.

(jw/rzd)

Senin, 24 Juni 2019 | 15:41

Analisadaily (Medan) – Seluruh korban meninggal dunia akibat terbakarnya pabrik mancis di Jalan Tengku Amir Hamzah, Dusun IV, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, berhasil diidentifikasi Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Sumatera Utara (Sumut).

Setelah terdidentifikasi, seluruh jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (21/6) sekitar pukul 12.00 WIB.

Berikut fakta-fakta dihimpun Analisadaily.com terkait peristiwa kebakaran pabrik mancis yang merengut puluhan korban jiwa tersebut.

30 Orang Meninggal Dunia

Dalam peristiwa ini 30 orang korban meninggal dunia. Dari jumlah korban meninggal dunia itu, 5 di antaranya anak-anak.

Warga sekitar lokasi kejadian, Dewi mengatakan, jumlah pekerja di pabrik korek gas tersebut sekitar puluhan orang. Dirinya tidak mengetahui jumlah pasti, hanya mengetahui pekerja sebagian besar ibu rumah tangga.

“Jika bekerja, mereka (pekerja) juga sering bawa anaknya, makanya ada korban anak-anak. Para pekerja berasal dari Desa Sambirejo. Meski begitu, ada juga pekerja berasal Stabat dan Binjai,” kata Dewi.

Sebagian Besar Korban Ibu Rumah Tangga

Korban kebakaran pabrik mancis umumnya merupakan ibu rumah tangga (IRT). Para korban meninggal dunia adalah ibu rumah tangga yang bekerja di pabrik tersebut. Ketika kebakaran terjadi mereka sedang bekerja sehingga terjebak dalam pabrik.

Kapolsek Binjai, AKP B. Naibaho menerangkan, pabrik merupakan tempat perakitan kepala mancis. Saat beroperasi, pabrik ini hanya menerima kepala pemantik mancis yang datang dari Medan dan sudah berisi gas.

“Di pabrik ini hanya merakit kepala batu pemantik api. Di sini dipasang kepala pemantiknya, lalu di-packing,” ujarnya.

Pabrik Ilegal

Pihak kepolsiain memastikan pabrik mancis yang terbakar di Langkat, Sumut, tidak berizin atau ilegal.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja menyebut, dari hasil pemeriksaan sementara di pabrik yang terbakar tersebut terdapat alat pemadam. Namun pada saat peristiwa terjadi tidak sempat digunakan.

“Diduga seluruh korban yang ada di dalam panik,” sebutnya.

Hanya 1 Korban Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan melalui Tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) oleh Kantor Cabang Binjai melakukan pendataan korban tewas yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar segera mendapat haknya.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif mengatakan, peserta yang menjadi korban musibah kebakaran dipastikan memperoleh hak.

Berdasarkan hasil verifikasi Tim Layanan Cepat Tanggap, tercatat 1 orang pekerja atas nama Gusliana merupakan pekerja yang berprofesi sebagai mandor di PT Kiat Unggul, tercatat sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Binjai.

Pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk pabrik yang beralamat di Kabupaten Deli Serdang, sedangkan pekerja yang berada dilokasi kejadian belum terdaftar.

“Dalam hal ini, PT Kiat termasuk kategori Perusahan Daftar Sebagian Tenaga Kerja. Almarhumah Gusliana, mandor yang sedang ditugaskan untuk mengawasi pabrik mancis di Kabupaten Langkat saat musibah terjadi,” kata Krishna.

3 Orang Ditetapkan Tersangka

Terkait peristiwa ini, tiga orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya adalah Burhan, Lismawarni, dan Indramarwan. Burhan sebelumnya disebut sebagai pengusaha pabrik dan Lismawarni sebagai manager.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmadja menerangkan, pemilik pabrik adalah Indramarwan, warga Jakarta Barat. Sementara Burhan sebagai manajer pabrik dan Lismawarni sebagai supervisor. Ketiganya dijerat pasal 359 KUHP.

“Pasal itu karena ditemukan kelalaian hingga memakan korban jiwa. Ancaman penjara 5 tahun,” kata Tatan.

Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan. Diketahui, perusahaan induk dari pabrik yang terbakar di Langkat berada di Sunggal, Deli Serdang, dan ada izinnya dengan membuka cabang home industry (industri rumahan) ada 3.

“Untuk yang terbakar hanya pemasangan kepala mancis dan tidak ada izin. Seluruh operasional pabrik dihentikan sementara, termasuk pabrik induk,” tegasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar