Fakta Baru Pengungkapan Jaringan Narkoba di Lapas Lubuk Pakam

Fakta Baru Pengungkapan Jaringan Narkoba di Lapas Lubuk Pakam

Barang bukti narkoba.

(jw/rzd)

Selasa, 25 September 2018 | 13:52

Analisadaily (Medan) - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkapkan fakta baru dalam pengungkapan kasus sindikat peredaran narkotika yang melibatkan oknum sipir dan narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuk Pakam, Deli Serdang.

"Dari hasil pemeriksaan yang kita lakukan, napi yang diamankan bernama Dekyan sering menyetor uang kepada oknum sipir di Lapas Lubuk Pakam itu," kata Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari, Selasa (25/9).

Arman menjelaskan, dari hasil pemeriksaan terhadap napi Dekyan, ternyata sudah berulang kali mengendalikan penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia untuk dipakai, diedarkan, dan juga digunakan untuk merekrut napi lain agar membantunya di dalam Lapas.

"Untuk melancaran aksinya, Dekyan membayar petugas . Uang itu dikoordinir oleh tersangka Maredi dan seorang sipir lain," jelasnya.

Arman juga mengungkapkan, uang yang diberikan tersangka Dekyan kepada oknum sipir biasanya disebut dengan sandi bayar uang SPP.

"Kasus saat ini masih dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan aparat dan penyidikan ke arah tindak pidana pencucian uang," pungkasnya.

Dalam kasus ini, BNN berhasil mengamankan delapan orang tersangka salah satunya oknum sipir. Dalam pengungkapan, petugas mengamankan total barang bukti Narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 36,5 kilogram, 3.000 butir pil ekstasi.

Turut diamankan uang tunai Rp 681.635.500 yang diduga hasil penjualan narkoba, kartu ATM, buku tabungan, alat komunikasi, timbangan digital, paspor, serta kendaraan roda empat dan roda dua.

"Menurut saya para pejabat yang bertanggungjawab dari pusat sampai daerah perlu dievaluasi," tandasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar