Erupsi Gunung Sinabung, Empat Kecamatan Diselimuti Abu Vulkanik

Erupsi Gunung Sinabung, Empat Kecamatan Diselimuti Abu Vulkanik

Warga yang ada di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat terkena abu vulkanik Gunung Sinabung, Selasa (7/5)

(jw/csp)

Selasa, 7 Mei 2019 | 12:58

Analisadaily (Medan) - Erupsi Gunung Sinabung mengakibatkan empat kecamatan di Kabupaten Karo, Sumatera Utara atau wilayah yang berad di bawah kaki gunung terkena dampak abu vulkanik.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Natanail Peranginangin mengatakan, empat kecamatan itu di antaranya Simpang Empat, Brastagi, Dolat Rakyat Kabanjahe, dan Kecamatan Merdeka.

"Abu vulkanik Gunung Sinabung menutupi kebun-kebun rakyat," kata Natanail kepada Analisadaily.com saat dihubungi vie telepon, Selasa (7/5).

“Abu vulkanik yang menyelimuti rumah dan kebun masyarakat tersebut tidak membuat masyarakat untuk mengungsi,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Gunung Api Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, kembali erupsi, Selasa (7/5) pukul 06.41 WIb, dengan melemparkan material vulkanik hingga 2.000 meter.

Gunung Sinabung masih berstatus Level IV atau “Awas”.  Masyarakat maupun pengunjung diingatkan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km untuk sektor Utara-Barat, 4 km untuk sektor Selatan-Barat, 7 km untuk sektor Selatan-Tenggara, 6 km untuk sektor Tenggara-Timur, serta 4 km untuk sektor Utara-Timur.

Gunung Sinabung terdata sudah ribuan kali erupsi. Berdasarkan catatan pos pemantau, erupsi tertinggi terjadi pada 2013. Saat itu tinggi kolom abu mencapai 11 kilometer.

Keaktifan Gunung Sinabung sebelumnya tidak tercatat sejak 1600-an. Setelah ratusan tahun, letusan pertama terjadi pada 27 Agustus 2010. Erupsi hanya berlangsung hingga September.

Tiga tahun kemudian, pada September 2013, Gunung Sinabung kembali erupsi dan menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi hingga saat ini. Sejak 2 Juni 2015, status gunung ini dinaikkan ke level IV atau “Awas”.

Erupsi Gunung Sinabung telah memakan korban jiwa sebanyak 28 orang. Para korban terpapar awan panas atau lahar.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar