Edy Rahmayadi Tegaskan Tidak Ada Larangan Wartawan Meliput di Kantor Gubsu

Edy Rahmayadi Tegaskan Tidak Ada Larangan Wartawan Meliput di Kantor Gubsu

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi 

(jw/eal)

Selasa, 15 Januari 2019 | 21:10

Analisadaily (Medan) - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, menegaskan bahwa tidak ada larangan atau halangan bagi wartawan dalam melaksanakan tugas jurnalistik di lingkungan Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan.

Menurutnya seluruh wartawan boleh meliput di Kantor Gubsu, namun harus tetap mengikuti aturan yang berlaku.

"Siapa yang melarang? Saya tak melarang itu, ini buktinya kan," kata Edy, Selasa (15/1).

Edy bahkan dalam kesempatan itu mempertanyakan seperti apa larangan dimaksud, apakah ada secara tertulis. "Aku pernah batasin kalian? Ada suratnya?," ucapnya.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Ilyas Sitorus, juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendukung kebebasan pers.

"Tidak ada kebijakan pelarangan kegiatan peliputan," ujarnya.

Pers menurut Ilyas memiliki posisi strategis dalam penyebaran informasi kepada publik sekaligus menjadi alat kontrol sosial.

"Sebagai salah satu pilar demokrasi wartawan dan media massa adalah mitra pemerintah yang penting dalam upaya menyukseskan pembangunan," tuturnya.  

Ilyas mengungkapkan bahwa selama ini tidak ada larangan meliput di lingkungan Kantor Gubsu bagi wartawan. Namun menurut Ilyas tetap ada aturan yang berlaku dan harus diikuti.

"Kebebasan pers bukan berarti sebebas-bebasnya, tetap ada aturan main sesuai dengan ketentuan dan kode etik jurnalistik," ungkapnya.

Ilyas menjelaskan hal tersebut bukan sebagai bentuk pembatasan kebebasan pers. Pada pertemuan teknis misalnya, tema yang dibahas masih perlu dimatangkan dan belum bisa menjadi sebuah keputusan atau kebijakan.

"Ada hal-hal yang jika dipublikasi ke khalayak umum justru dikhawatirkan dapat menimbulkan kesalahpahaman. Ini yang kita hindarkan," jelasnya.

Walau begitu, menurut Ilyas, wartawan dipersilahkan mewawancarai para pejabat yang berkompeten setelah rapat selesai. "Jadi tidak benar ada pelarangan wartawan meliput di sini," pungkasnya.

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar