Edy Rahmayadi: Diperlukan Perhatian Konkret Terhadap Desa di Sumut

Edy Rahmayadi: Diperlukan Perhatian Konkret Terhadap Desa di Sumut

Edy Rahmayadi. (Foto: Istimewa).

(rel/rzp)

Sabtu, 5 Mei 2018 | 11:56

Analisadaily (Medan) - Lembaga Sosial Desa menjadi ujung tombak meningkatkan rasa peduli sosial di pedesaan. Maka diperlukan perhatian konkret terhadap desa-desa yang ada di Sumatera Utara.

Hal itu disampaikan Edy Rahmayadi, Sabtu (5/5). Didampingi Musa Rajekshah yang menjadi wakilnya, Edy mengatakan hal itu dalam momentum Hari Lembaga Sosial Desa (LSD) yang diperingati setiap 5 Mei.

"Selamat Hari Lembaga Sosial Desa. Ini adalah momentum untuk meningkatkan rasa peduli sosial bagi para penggerak dan pegiat kemajuan bagi masyarakat desa khususnya di Sumatera Utara," kata Edy.

Dikatakannya, Hari LSD harus dijadikan momentum penting bagi masyarakat Sumut agar bermartabat.

"Banyak yang ngaku-ngaku mau membangun dari desa. Tapi Hari LSD tak pernah dijadikan momen penting. Padahal LSD ini ujung tombak pembangunan desa. Ke depan, saya dan Ijeck akan menjadikan Hari LSD ini sebagai salah satu momen terpenting dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan bermartabat," tegasnya.

Menurut Edy, LSD sangat penting dalam meningkatkan rasa aman dan tertib dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga dapat menciptakan kehidupan yang harmonis. Tidak kalah penting, momentum Hari LSD juga dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Lembaga Sosial Desa contohnya Lembaga Musyawarah Desa (LMD), LKMD atau KUD. Lembaga ini kalau tata kelola kita perkuat, tentu menjadi langkah konkret memajukan desa dan tentunya menjadikan tata kelola pemerintahan yang baik," terang Edy.

Namun Edy menggarisbawahi, Lembaga Sosial Desa ini tidak dapat terlaksana tanpa Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"BPD inilah yang berfungsi untuk menetapkan peraturan desa bersama kepala desa, menampung, dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Aspirasi masyarakat inilah yang dapat menjalankan lembaga sosial dalam desa," sebutnya.

Lalu, apa langkah konkret yang sudah dilakukan Edy-Ijeck dalam membangun desa?

Desa Jambur Ijuk, namanya. Terletak di Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang. Desa ini contoh konkret buah pikir dan tangan dingin dari Musa Rajekshah. Di tangan Musa, menyatukan dan membangkitkan tiga desa yang nyaris punah tersebut.

Sofi Sembiring, mewakili tokoh masyarakat Jambur Ijuk, mengatakan, dahulu cuma sebanyak 70 KK ada di kampung tersebut. Kemudian ada desa namanya Kampung Dalam yang berada di depan Desa Jambur Ijuk. Lalu ada Desa Beras Bulan.

“Nah, dari tiga desa di kampung tersebut, satu desa nyaris punah. Setelah Pak Ijeck (sapaan akrab Musa Rajekshah) masuk sejak 2010 silam, Desa Jambur Ijuk kembali bergairah dan hidup lagi. Tiga desa sekaligus,” katanya.

Sekitar 10 tahun silam, diakuinya Desa Jambur Ijuk masih seperti hutan. Jauh tertinggal dari desa dan kecamatan lain di wilayah itu. Tapi sekarang sudah ada akses jalan, sarana ibadah dan pendidikan.

Di desa itu terdapat Sungai Belumei yang mengalir deras. Tentu sangat potensial jika ingin dijadikan destinasi wisata baru.

(rel/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar