Edy: Alam Dieksploitasi Demi Keuntungan Ekonomi

Edy: Alam Dieksploitasi Demi Keuntungan Ekonomi

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi di Jambore Daerah Kesiapsiagaan Bencana Daerah Sumatera Utara, di Kecamatan Sipispis, Serdang Bedagai, Rabu (23/10).

(rel/csp)

Kamis, 24 Oktober 2019 | 12:31

Analisadaily (Serdang Bedagai) - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengatakan, banyak peristiwa bencana terjadi karena ulah manusia. Tanpa berpikir panjang, alam dirusak dan dieksploitasi demi keuntungan ekonomi.

Padahal, lanjut Edy menjelaskan, ketika alam telah murka, kerugian yang ditimbulkan justru lebih banyak. Bahkan, menelan korban jiwa. Untuk itu, manusia harus lah bersahabat dengan alam.

Ia menceritakan, Jepang itu dengan segala kecanggihan teknologinya, tak bisa berbuat apa-apa ketika alam marah.

“Untuk itu, harus kita rawat alam dan sebagai antisipasi lakukan pelatihan untuk siaga. Sehingga, ketika bencana tiba, kita punya persiapan," kata Edy di Jambore Daerah Kesiapsiagaan Bencana Daerah Sumatera Utara, di Kecamatan Sipispis, Serdang Bedagai, Rabu (23/10).

Pada kesempata itu, ia berpesan, pertama, sesama manusia harus saling mengingatkan untuk menjaga alam. Kedua, jambore ini adalah konsolidasi memperkecil kerugian baik personel maupun material apabila musibah terjadi.

“Terakhir, menumbuhkan sikap sukarela, ikhlas, niat baik, jujur dan berani adalah sikap yang harus dimiliki oleh relawan kebencanaan,” ujarnya.

Kepala BPBD Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis menyerahkan piagam penghargaan kepada 17 kepala daerah kabupaten/kota atas partisipasi dalam upaya pengurangan resiko bencana melalui program desa tangguh bencana.

Daerah yang mendapat piagam, di antaranya Deli Serdang, Padang Lawas, Tapanuli Selatan, Serdang Bedagai, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara, Dairi, Tanjung Balai, Langkat, Karo, Batubara, Medan, Humbang Hasundutan, Padangsidimpuan, Tapanuli Tengah, dan Asahan.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar