Edarkan 8 Kilogram Sabu, Dua Bandar Ditembak Mati

Edarkan 8 Kilogram Sabu, Dua Bandar Ditembak Mati

Pemaparan kasus sabu oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel dan Kapolreatabes Medan, Mombes Pol Sandi Nugroho di depan kamar jenazah rs Bhayangkara Medan, Kamis (18/5)

(jw/csp)

Kamis, 18 Mei 2017 | 19:41

Analisadaily (Medan) – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memaparkan hasil tangkapan kasus narkoba dari dua tersangka bandar narkoba yang ditembak mati di Sunggal, Medan, Selasa (16/5).

Irjen Pol Rycko mengatakan, kedua tersangka, MR (22) dan ML (22) ditembak mati karena mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 8 kilogram. Dan keduanya merupakan warga Sigli, Aceh. 

"Dari tangannya, tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menyita 2 kilogram sabu-sabu dan sepucuk revolver rakitan beserta amunisi," katanya saat memaparkan kasu di ruang jenazah RS. Bhayangkara Medan, Kamis (18/5).

Dalam penjelasannya, penembakan MR dan ML bermula dari penangkapan di Perumahan Tor Ganda, Jalan Bunga Raya, Sunggal, Selasa (16/5). Saat itu dari tangan pelaku disita 1 Kilogram sabu.

Ketika dilakukan pengembangan, petugas menggeledah tempat kosnya di Jalan Sei Begawan. "Di sana tidak ditemukan narkotika," jelasnya.

Lanjut Rycko, kedua tersangka kemudian mengaku menyimpan sabu-sabu di Perumahan Tor Ganda, Jalan Bunga Raya, Sunggal. Di sana ditemukan ransel berisi 1 kilogram sabu-sabu. Saat penggeledahan, MR dan ML melakukan perlawanan.

Ketika disuruh buka ransel, pelaku mengambil pistol dan mengancam menembak petugas serta lari ke wilayah pemakaman. "Polisi pun langsung memberi peringatan dan tidak lama kemudian melakukan tindakan tegas," tuturnya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho memaparkan, saat penangkapan tiga petugas yang mengapit MR dan ML langsung melakukan pengejaran. Mereka akhirnya menembak mati keduanya.

Di mana, MR dan ML diduga sebagai bandar yang terkait dengan jaringan pengedar narkoba Malaysia-Aceh-Medan.

"Sabu-sabu yang diedarkan diduga berasal dari Tiongkok dan menggunakan bungkus teh warna jingga. Untuk mengelabui petugas, pelaku memindahkan sabu dari bungkus teh ke plastik bening ukuran 1 kilogram dan seolah-olah sabu itu seperti gula pasir," ungkap Sandi.

Saat penggeledahan petugas juga menemukan delapan bungkus teh yang sudah kosong dan isinya sudah dipindahkan ke plastik gula. "Kita menduga mereka sudah berhasil mengedarkan 8 kilogram sabu-sabu," tuturnya.

(jw/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar