Dukung Pertumbuhan Bisnis, GrabExpress dan Bekraf Latih 400 Wirausahawan Mikro

Dukung Pertumbuhan Bisnis, GrabExpress dan Bekraf Latih 400 Wirausahawan Mikro

GrabExpress dan Bekraf Latih 400 Wirausahawan Mikro (Ist)

(rel/rzd)

Senin, 29 Juli 2019 | 17:10

Analisadaily (Jakarta) – Bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), GrabExpress memberikan pelatihan seputar pengelolaan bisnis, pemasaran digital, dan hak kekayaan intelektual kepada lebih dari 400 wirausahawan mikro di Indonesia.

Peserta yang hadir berasal dari bidang usaha yang berbeda, termasuk makanan dan minuman, mode, kerajinan tangan dan lain sebagainya. Dalam kesempatan ini, GrabExpress juga memperkenalkan 5 fitur yang akan membantu akselerasi bisnis wirausahawan mikro di Indonesia agar lebih efisien.

President of Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata menjelaskan, pertumbuhan UMKM diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya, dan mereka membutuhkan informasi serta pengetahuan yang mumpuni untuk dapat berkompetisi dengan baik.

“Kita ingin membantu wirausahawan mikro untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Kerja sama dengan Bekraf ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan UMKM di Indonesia,” kata Ridzki, Senin (29/7).

Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Ricky Joseph Pesik mengungkapkan, dalam menciptakan produk, penting bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memiliki pendekatan global, dan memiliki visi untuk dapat memasarkan produk mereka secara internasional. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) juga menjadi salah satu hal penting.

Badan Ekonomi Kreatif siap memfasilitasi akses permodalan seluas-luasnya dan juga pendaftaran hak kekayaan intelektual untuk mendorong lebih banyak industri kreatif Indonesia dapat bertumbuh. Jumlah UMKM di Indonesia saat ini mencakup 99,92 persen dari total unit usaha di dalam negeri, namun baru 11 persen unit usaha ekonomi kreatif yang punya HKI terdaftar.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen Grab dalam membantu meningkatkan kapasitas UMKM di Indonesia. Bekraf juga akan selalu mendorong pelaku UMKM untuk terus belajar mengenai pemasaran digital, karena melalui digitalisasi ini, bisnis mereka tentunya akan lebih efektif dalam berkembang,” ucapnya.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia mencatat, di tahun 2017 terdapat lebih dari 62 juta unit usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Angka ini naik sebesar 2,06 persen dibandingkan jumlah di tahun 2016 dan terus meningkat hingga kini.

Disisi lain, data Deloitte Access Economics menunjukkan 37 persen UMKM di Indonesia, hanya memiliki kemampuan online yang sangat mendasar seperti komputer, smartphone atau akses internet. Hal ini melatarbelakangi kerja sama untuk membantu 2 UMKM di Indonesia dalam meningkatkan kapasitas mereka, agar dapat mengembangkan bisnis mereka dengan cara yang mudah, aman dan terjangkau.

(rel/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar