Dugaan Sementara Matinya Jutaan Ikan di Danau Toba Akibat Kekurangan Oksigen

Dugaan Sementara Matinya Jutaan Ikan di Danau Toba Akibat Kekurangan Oksigen

Jutaan ikan mati di Danau Toba.

(rel/rzd)

Kamis, 23 Agustus 2018 | 16:27

Analisadaily (Samosir) - Penyebab matinya jutaan ekor ikan di dalam Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga di perairan Danau Toba diduga dikarenakan faktor kekurangan oksigen.

Hasil pemeriksaan Dinas Lingkungan Hidup Samosir, kondisi dissolved oxygen atau DO air di Danau Toba hanya 2,8.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Samosir, Sudion Tamba mengatakan, sesuai penjelasan pemilik keramba, pada hari Senin (20/8) kemarin, air di Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Pangururan, Samosir, sudah mulai menghitam.

“Berarti, mungkin ada arus di dalam danau mengarah ke keramba ini. Arus di dalam danau ini ada, kemungkinan terbawa limbah-limbah itu dan menjadi hitam warnanya,” kata Sudion, Kamis (23/8).

Sudion menyebut, timnya sudah turun ke lapangan melakukan pemeriksaan parameter air Danau Toba. Hasilnya, untuk sementara oksigen yang kurang, karena DO-nya hanya 2,8. Sementara idealnya 6. Perbedaannya sangat jauh.

“Orang pertanian pun memprediksi ini bukan virus, tetapi kekurangan oksigen. Karena ada sebagian hidup dalam satu KJA, mungkin masih bertahan. Walaupun kita prediksi bakal ikut mati juga. Tapi kondisi sekarang masih ada yang hdiup,” sebutnya.

Berdasarkan laporan yang masuk ke pihak Dinas Lingkungan Hidup Samosir, ada 300-an KJA dari 21 orang pemilik yang ikan-ikannya mati. Jika ditotal, kurang lebih seberat 180 ton. Padahal para pemilik KJA sudah mau panen.

“Dari sebagian KJA, ada yang ikannya masih hidup. Tidak semua mati. Ada juga sebagian KJA yang 100 persen mati. Ada satu ekor ikan itu ukurannya berkisar 1 Kilogram. Total jumlah yang mati jutaan ekor ikan,” ucapnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar