Dugaan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Desak Oknum Dosen USU Dipecat

Dugaan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Desak Oknum Dosen USU Dipecat

Aksi unjuk rasa mahasiswa atas tindakan asusila oknum dosen FISIP USU, Senin (27/5)

(jw/eal)

Senin, 27 Mei 2019 | 17:25

Analisadaily (Medan) - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Bersatu Universitas Sumatera Utara (MABESU) menggelar unjuk rasa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (27/5) siang.

Aksi tersebut dilakukan menyusul kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang oknum dosen FISIP USU terhadap mahasiswinya.

Kasus itu kembali merebak setelah terhenti sekitar satu tahun tanpa penyelesaian yang jelas. Korban sampai saat ini belum mendapat keadilan.

Bahkan setelah korban pertama buka suara, kini muncul korban-korban lainnya yang juga mengaku pernah mendapat perlakuan tidak senonoh dari dosen yang bertugas di Departemen Sosiologi itu.  

"Kami mendesak agar kampus memberikan sanksi tegas kepada dosen HS yang telah melakukan tindak asusila. Karena jika tidak ini menjadi catatan buruk USU sebagai universitas negeri," kata Gubernur Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) FISIP USU, Harry Cahya Pratama Purwanto.

Dalam aksi itu Harry menegaskan bahwa MABESU menuntut agar dosen 'predator' tersebut dipecat dari kampus. Mereka ingin ada efek jera terhadap pelaku tindak asusila di kampus.

Menurutnya, selama ini pelecehan seksual di kampus terjadi karena ada relasi kuasa dosen terhadap mahasiswanya. Sehingga dosen memanfaatkan kondisi ini sebagai peluang untuk berbuat asusila kepada mahasiswa.

"Harusnya dunia pendidikan menjadi tempat menjunjung tinggi moralitas. Tapi kenapa masih ada perilaku asusila. Ini tidak bisa ditolerir. Kampus juga harus membuat regulasi sebagai bentuk pencegahan terhadap perilaku dosen yang tidak beretika," tegasnya.

Sementara itu Dekan FISIP USU, Muryanto Amin, mengaku sudah cukup serius dalam menangani kasus ini. Dirinya juga mengimbau kepada korban lainnya agar membuat laporan tertulis tentang perbuatan asusila yang dilakukan dosen.

Aksi unjuk rasa mahasiswa atas tindakan asusila oknum dosen FISIP USU, Senin (27/5)

Aksi unjuk rasa mahasiswa atas tindakan asusila oknum dosen FISIP USU, Senin (27/5)

"Kalau ada lebih dari satu korban, tolong buat laporan tertulis. Saya akan jamin kerahasiaan identitasnya," ucap Muryanto.

Muryanto mengaku ada kesulitan yang dialami pihaknya dalam mengumpulkan bukti-bukti kasus pelecehan seksual yang dilakukan HS. Maka dari itu dia meminta kepada korban agar membuat laporan tertulis.

"Kami juga menunjukkan peraturan yang bisa menjerat pelaku untuk mendapatkan sanksi. Dalam dua minggu terakhir, kampus memulai kembali mengumpulkan bukti-bukti kasus tersebut," jelasnya.  

"Sanksi sudah ada. Karena ini masuk dalam kode etik. Untuk menegakkan kode etik itu harus ada bukti. Kalau ada bukti baru kita akan proses secara proporsional," pungkas Muryanto.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar