Dugaan Korupsi MTQ, Kejari Tahan Sekda dan Sekretaris BKD Asahan

Dugaan Korupsi MTQ, Kejari Tahan Sekda dan Sekretaris BKD Asahan

Sekretaris BKD Asahan (kanan) yang ditahan akibat korupsi dana MTQ 2015

(aln/eal)

Senin, 9 Oktober 2017 | 19:34

Analisadaily (Asahan) - Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan akhirnya melakukan penahanan terhadap Sekda Kabupaten Asahan, S dan Sekretaris BKD, D, masing-masing selaku Ketua dan Sekretaris Panitia Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Utara ke XXXV tahun 2015.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya keduanya kita tahan untuk 20 hari ke depan ke LP Tanjung Gusta Medan," kata Kajari Asahan, Robet Hamonangang Hutagaol, melalui Kasi Intel Kejari Asahan, Boby Sirait, Senin (9/10).

Didampingi Kasi Pidsus, Elon Undo Pasaribu, Kasi Intel mengatakan kasus ini cukup menyita waktu mereka dan penyidikan dilakukan secara maraton sejak 2016 yang lalu.

"Memang cukup lama. Kita bukan memperlama, tetapi kasus ini cukup menyita waktu karena yang diperiksa seluruh kabupaten/kota dan juga peserta MTQ," ungkap Boby sembari mengatakan kerugian negara akibat perbuatan itu sebesar lebih kurang Rp 500 juta.

Ketika disinggung apakah penahanan yang dilakukan karena tekanan terlebih lagi adanya dua aktivis anti korupsi yang melakukan praperadilan atas kasus tersebut, kedua pejabat utama Kejari Asahan itu membantah dengan tegas.

"Tidak ada yang mengintervensi dan tidak ada yang menekan, penahanan ini semata-mata penyidik merasa sudah lengkap dan dilakukan penahanan untuk diajukan ke meja hijau," ungkap Boby yang diaminkan Elon sembari mengatakan ini juga jawaban sekaligus membantah pihaknya melakukan SP3 atas kasus tersebut.

Ketika disinggung dengan tersangka lain, Kasi Intel mengatakan tidak tertutup kemungkinan akan ada, tetapi lihat nanti fakta-fakta persidangan.

"Kita lihat nanti di persidangan, bila ada fakta-fakta baru, tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain," ungkap Boby Sirait.

Menghargai Proses Hukum

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Infokom Rahmat Hidayat Siregar ketika dimintai tanggapannya terkait penahanan Sekdakab Asahan bersama Sekretaris BKD, mengaku tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

"Kita hargai proses hukum, biarlah hukum membuktikan semuanya," ujarnya.

Pra Peradilan

Sebelumnya pada hari yang sama, Pengadilan Negeri (PN) Kisaran menggelar sidang praperadilan yang diajukan dua aktivis anti korupsi di Kabupaten Asahan yaitu Rudi Yansyah Ritonga dan Solahuddin Marpaung terkait kasus MTQ itu dengan termohon I Kejari Asahan, Termohon II Kejatisu dan Termohon III Kejagung.

Hakim tunggal Nelly Andriani dengan Panitera Muda Pidana, Buyung Hardi, memanggil para pihak yaitu dua orang pemohon dan tiga termohon. Namun persidangan ditunda karena termohon II dan III tidak hadir.

(aln/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar