Dugaan Alih Fungsi Hutan Togur, SMTA Belum Dapat Ijin Kemen LHK

Dugaan Alih Fungsi Hutan Togur, SMTA Belum Dapat Ijin Kemen LHK

Diskusi membahas tentang Kawasan Hutan Togur, Kamis (19/10)

(yy/csp)

Kamis, 19 Oktober 2017 | 15:15

Analisadaily (Medan) - Dinas Kehutanan Provinsi Sumut memastikan hingga saat ini perijinan pinjam pakai kawasan hutan di Nagori Togur Dusun Urung Dolok, Kecamatan Dolok Silau, Kabupaten Simalungun menjadi pusat latihan militer atau Simalungun Military Training Area (SMTA) belum mendapat ijin dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

"Kodam I/BB pernah mengusulkan pinjam pakai seluas 8.140 hektare. Namun belum mendapatkan izin dari Kemen LHK. Hingga saat ini belum menerima permohonan ijin pinjam pakai," kata Kepala Seksi kebakaran hutan dan lahan Dishut Sumut, Dendy Simbolon dalam ekspose kerusakan hutan Togur, Kamis (19/20) di Medan.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut, Dana Prima Tarigan mengatakan, fakta di lapangan hasil investigasi pihaknya dengan tim Hutan Rakyat Institute (Hari) menunjukkan, di kawasan hutan Togur sudah terjadi alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit. Tim juga tidak menemukan adanya aktivitas latihan militer sesuai dengan permohonan perijinan yang diusulkan.

Dana menyimpulkan, permohonan ijin pinjam pakai kawasan menjadi pusat latihan dinilai sebagai dalih untuk mengubah kawasan hutan menjadi kawasan peruntukan lainnya. Terbukti, kawasan itu kini sudah beralih fungsi menjadi perkebunan.

"Banyak cara yang dipakai pejabat daerah untuk mengubah status kawasan hutan. Yang kita khawatirkan kawasan hutan Togur yang sedikit demi sedikit sudah beralihfungsi menjadi perkebunan akan mengalami degradasi. Padahal, hutan ini menjadi penyanggah bagi beberapa wilayah di Kabupaten Simalungun dan Serdang Bedagai,"urainya.

Dana menambahkan, pihaknya tidak ingin menuding siapa yang harusnya bertanggungjawab dalam menangani perambahan di hutan Togur ini. Dia berharap ada komitmen bersama dalam menangani perambahan di sana.

Sementara, Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan, Rahman Panjaitan memastikan, Togur memang benar merupakan kawasan hutan yang masuk dalam register 4-9 atau kawasan hutan Sianak-anak dengan total luas kawasan sekitar 51.820 hektare. Kawasan hutan Sianak-anak ini dibagi lagi menjadi beberapa kawasan hutan yaitu, hutan produksi tetap (HPT) Sianak-anak dengan total luas kawasan, 48.592 hektare. Di mana 44.407 hektare berada di Kabupaten Simalungun dan 4.185 hektare di Kabupaten Sergai.

Dalam kawasan hutan Sianak-anak juga terdapat status hutan lindung yang berada di Silindak dengan luas kawasan 6.267 hektare. Ada juga cagar alam (CA) Dolok Tinggi Raja dengan luas 202 hektare.

(yy/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar