Dua Kontraktor Penyuap Bupati Batubara Jalani Persidangan

Dua Kontraktor Penyuap Bupati Batubara Jalani Persidangan

Syaiful Azhar menjalani sidang di PN Tipikor Medan, Kamis (7/12)

(jw/eal)

Kamis, 7 Desember 2017 | 17:24

Analisadaily (Medan) - Dua terdakwa kasus penyuapan Bupati Batubara Non-aktif, OK Arya Zulkarnain, yakni Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (7/12) siang.

Dakwaan oleh penuntut umum KPK, Ihsan Fernandi, dibacakan dalam berkas yang terpisah. Maringan Situmorang didakwa melakukan penyuapan terhadap OK Arya Zulkarnain sebesar Rp 3,7 miliar.

"‎Terdakwa Maringan Situmorang memberikan satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 561633 senilai Rp 1.500.000.000,00, satu lembar cek Bank Sumut Nomor CJ 560012  senilai  Rp 1.500.000.000,00 dan uang sebesar Rp 700.000.000,00 kepada Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara (Bupati) yaitu OK Arya Zulkarnain," sebut Ihsan di hadapan majelis hakim diketuai oleh Wahyu Setyo Prabowo di Ruang Utama PN Medan.

Uang itu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen dengan maksud supaya OK Arya melakukan pengaturan dalam proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara yakni proyek pembangunan jembatan Sei Magung di Kecamatan Medang Deras dan proyek pembangunan jembatan Sentang di perbatasan Kelurahan Labuhan Ruku menuju Desa Sentangagar agar dikerjakan terdakwa sebagai kontraktornya.

"Penyuapan ini merupakan fee atau memuluskan proyek ‎ pembangunan tersebut," ucap Ihsan.

"Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dan ditambah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 tahun 2015 dan bertentangan dengan kewajiban selaku Penyelenggara Negara sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme," sambung Ihsan.

Sementara itu Syaiful Azhar didakwa melakukan hal yang sama. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, JPU menyatakan Syaiful didakwa menyuap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen sebesar Rp 400 juta.

Uang itu diserahkan melalui Elman Herdady selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Batubara.

"Pemberian uang ini karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban, dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatannya, yakni sebagai pemberian imbalan (fee) dikarenakan OK Arya selaku Bupati Batubara telah memberikan persetujuan terhadap pengaturan proyek di Dinas PUPR Kabupaten Batubara sehingga terdakwa mendapatkan pekerjaan proyek lanjutan peningkatan jalan Labuhan Ruku menuju Masjid Lama Kecamatan Talawi Kabupaten Batubara TA 2017," ucap JPU Ikhsan.

Maringan Situmorang menjalani sidang di PN Tipikor Medan, Kamis (7/12)

Maringan Situmorang menjalani sidang di PN Tipikor Medan, Kamis (7/12)

Kedua terdakwa melalui penasehat hukum masing-masing menyatakan tidak mengajukan eksepsi. Alhasil, persidangan kasus ini akan dilanjutkan dengan mendengarkan keterangan saksi pada pekan mendatang.

JPU Ikhsan juga mengungkapkan kedua terdakwa dijerat dengan pasal yang sama yaitu mengenai penyuapan.

"Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal Subsider Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal Subsider Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ungkapnya.

Sementara terkait berkas OK Arya, Ikhsan mengatakan, saat ini pihaknya hanya menyidangkan dua terdakwa kasus penyuapan Bupati Batubara. Untuk tersangka lain, disebutnya bisa saja dilimpahkan satu bulan mendatang.

"Kalau bupatinya bukan tim kita. Bisa saja dilimpahkan bulan depan," pungkas Ikhsan.

Diketahui, kedua terdakwa bersama Bupati Batubara Non-aktif, OK Arya Zulkarnain bersama Sujendi Tarsono alias Ayen dan Kadis PUPR Elman Herdady, ditangkap KPK dalam Operasi Tangkap Tangan ( OTT ) pada 13 September 2017. Mereka diamankan di sejumlah tempat di Medan dan Kabupaten Batubara.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar