Dua Garduk Induk dan SUTT di Aceh Hemat Rp 265.5 Miliar per Tahun

Dua Garduk Induk dan SUTT di Aceh Hemat Rp 265.5 Miliar per Tahun
Para pekerja melakukan proses pengecekan rutin gardu induk 150kV, di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Kamis (8/8)

Kamis, 8 Agustus 2019 | 11:05

Analisadaily (Aceh) - Setelah dua gardu induk dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dioperasikan di Aceh sejak Maret 2019 lalu, diyakini akan memberikan penghematan sebesar Rp 265.5 miliar.

General Manager PT PLN Unit Induk Pembangungan Pembangkit Sumatera, Weddy B. Sudirman mengatakan, keduanya yakni, Gardu Induk (GI) 150 kV Takengon dan Gardu Induk (GI) Extension 150 kV Bireuen dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Takengon-Bireuen.

"Beroperasinya dua gardu induk dan SUTT di Aceh memberikan penghematan Rp 265.5 milyar per tahun bagi PLN, karena telah berdampak terhadap penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) di Kabupaten Aceh Tengah," kata Weddy, Kamis (8/8).

Weddy menjelaskan, GI 150 kV Takengon dan SUTT 150 kV Takengon-Bireuen merupakan GI dan SUTT pertama di Aceh Bagian Tengah dengan kapasitas 30 MVA. Dimana, proyek ini merupakan bagian dari proyek PLTA Peusangan (88 MW) yang sudah dimulai sejak tahun 1998.

"Dengan selesainya pembangunan jaringan transmisi 150 kV beserta Gardu induk tersebut maka sistem kelistrikan di Kabupaten Aceh Tengah dapat terhubung dengan sistem Interkoneksi Sumatera. Pembangunan ini akan berdampak kepada diberhentikannya penggunaan bahan bakar untuk PLTD yang selama ini dipakai untuk melistriki Kabupaten Aceh Tengah," jelasnya.

Weddy menuturkan bahwa pelaksanaan konstruksi jaringan transmisi dan gardu induk 150 kV Bireuen-Takengon Line 1 GSW ini telah beroperasi pada 30 Maret 2019, yang berdampak terhadap penurunan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) di Kabupaten Aceh Tengah.

"Pembangunan Jaringan Transmisi 150 kV ini meliputi pembangunan sebuah Gardu Induk baru (GI Takengon) dan penambahan di GI Bireuen (existing), lengkap dengan jaringan transmisi 150 kV yang akan menghubungkannya ke Sistem Interkoneksi Sumatera," tuturnya.

"Jaringan transmisi 150 kV dari GI Takengon-GI Bireuen terdiri dari 203 Tower Transmisi dengan panjang jaringan 73.516 kms," sambung Weddy.

Weddy juga mengungkapkan bahwa jalur transmisi ini dibagi menjadi 3 seksi sesuai dengan Gardu Induk dan Switchyard yang melintasi tiga Kabupaten yakni, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Bireun.

"Pembangunan baru Gardu Induk Takengon beserta interface dengan jaringan distribusi 20 kV serta pembangunan tambahan (extension) di Gardu Induk Bireuen untuk mengakomodasi jaringan transmisi 150 kV dari GI Takengon," pungkasnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar