Driver Ojek Online Medan Desak Bos Big Blue Taxi Malaysia Dihukum

Driver Ojek Online Medan Desak Bos Big Blue Taxi Malaysia Dihukum

Unjuk rasa dirver ojol di Medan, Rabu (11/9)

(jw/rzd)

Rabu, 11 September 2019 | 12:25

Analisadaily (Medan) - Ratusan driver ojek online di Kota Medan meminta agar Bos Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail, dihukum karena telah menghina rakyat Indonesia.

Hal tersebut mencuat dalam aksi unjuk rasa yang digelar ratusan driver ojek online di depan Konsulat Jendral (Konjen) Malaysia, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (11/9).

Seorang koordinator aksi, Raja Siva Pakpahan mengatakan, hinaan Shamsubahrin Ismail telah melukai hati rakyat Indonesia.

"Dia mengatakan kita ini orang miskin. Dia hina kita, driver Gojek," katanya kepada wartawan di sela-sela aksi.

Oleh karena itu, mereka menuntut Pemerintah Malaysia segera mengambil tindakan hukum kepada pelaku penghinaan itu, sesuai hukum yang berlaku di Malaysia.

"Dia harus dihukum, sesuai hukum dan konstitusional," ucap Raja.

Massa juga mendesak Pemerintah Malaysia membuat permohonan maaf secara terbuka kepada pemerintah dan rakyat Indonesia, baik melalui media cetak maupun elektronik. Massa mendesak tuntutan dipenuhi dalam jangka waktu tujuh hari ke depan.

"Jika tuntutan kami ini tidak dipenuhi, kami akan kembali lagi dengan kekuatan yang lebih besar," tegas Raja.

Bos Big Blue Taxi, Shamsubahrin Ismail, menyampaikan penolakan terhadap Gojek yang ingin masuk ke Malaysia. Selain itu, Syamsubahrin menyebut Indonesia sebagai negara miskin.

Berdasarkan videonya yang viral di media sosial, Gojek bisa berkembang di Indonesia karena jalan raya yang terlalu sempit untuk kendaraan. Kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, gaji tak tinggi.

Video ini mendapat kecaman dari warganet Indonesia. Video viral dan memicu gelombang unjuk rasa di beberapa daerah. Massa yang sebagian besar driver Gojek itu menuntut permintaan maaf bos perusahaan taksi.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar