DPRD Sumut Cari Solusi Terkait Sengketa Petani di Asahan

DPRD Sumut Cari Solusi Terkait Sengketa Petani di Asahan

Kunker Komisi A DPRD Sumut ke Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan

(jw/eal)

Senin, 19 Juni 2017 | 13:54

Analisadaily (Medan) - Anggota DPRD Sumatera Utara melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Desa Sei Paham, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan dalam rangka menyelesaikan perselisihan antar Kelompok Tani (Koptan) di daerah tersebut.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Syamsul Qodri Marpaung mengatakan, pihaknya sudah lebih dulu melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

"RDP itu kami lakukan di Kantor Bupati Asahan yang turut dihadiri oleh Bupati serta instansi lainnya," kata Syamsul kepada Analisadaily.com, Senin (19/6).

Syamsul menjelaskan, Koptan Swasembada dan PT Inti Palm Sumatera (IPS) mempermasalahkan kepemimpinan dari Koptan tersebut.

"Dalam masalah itu, Koptan Swasembada dualisme kepemimpinan dari Anas Sihombing yang mengatakan bahwa tanah mereka sudah diganti rugi oleh PT tersebut. Namun dari pihak Sayuti Marpaung mengatakan belum dan menunjukkan SKT yang masih mereka pegang. Ini menjadi persoalan yang harus kami selesaikan," jelasnya.

Syamsul menuturkan, Komisi A DPRD Sumut melakukan rekomendasi agar tidak terjadi pertikaian antara dua Koptan tersebut dengan cara melakukan musyawarah oleh kedua belah pihak dan dokumen jual beli atau ganti rugi segera didudukkan.

"PT IPS merealisasikan maximal 20 persen dari HGU-nya untuk masyarakat dan Koptan Swasembada pihak Sayuti menyetujui. Jika IPS tidak mau buat plasma, Komisi A akan meminta pemerintah pusat meninjau semua izin IPS sesuai Permentan No 26 Tahun 2007 dan diperbaharui menjadi Permentan No 98 Tahun 2013," ungkapnya.

(jw/eal)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar