DPR Minta Saudi Umumkan Korban Insiden Mina

DPR Minta Saudi Umumkan Korban Insiden Mina

Tragedi Mina (REUTERS)

Jumat, 25 September 2015 | 10:59

Jakarta (ANTARA News) - Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mendesak pemerintah Arab Saudi untuk segera mengumumkan jumlah dan identitas korban insiden lempar jumrah di Mina secara resmi.

"Jumlah korban masih simpang siur. Yang disampaikan juga hanya total jumlah korban tetapi asal negara, bahkan jenis kelamin pun, belum diumumkan," kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan elektronik dari Arab Saudi diterima di Jakarta, Jumat.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menilai pemberitahuan tentang jumlah korban dan asal negara sangat penting, terutama bagi keluarga para jamaah yang ada di negara masing-masing.

"Delapan jam setelah kejadian, seharusnya informasi tentang asal negara korban sudah bisa diketahui. Kalau nama negara-negara korban tidak diumumkan, muncul kesan seolah-olah ada yang ditutupi," tuturnya.

Saleh mengatakan sebagai penanggung jawab haji, pemerintah Arab Saudi memiliki tanggung jawab besar untuk menangani insiden lempar jumrah, termasuk korban-korbannya.

Menurut Saleh, tidak adanya informasi resmi dari pemerintah Arab Saudi diketahui langsung oleh Tim Pengawas Haji DPR yang datang langsung ke tempat lempar jumrah pada malam hari setelah kejadian.

"Kami bertemu jemaah haji dari berbagai negara, hampir semuanya menyatakan belum tahu pasti jumlah korban dari negaranya. Informasi yang diperoleh tidak resmi dari pemerintah Arab Saudi tetapi usaha masing-masing misi haji negara asal korban," katanya.

Sedikitnya 717 jemaah haji dari berbagai negara meninggal dunia, termasuk tiga orang dari Indonesia, dan 863 orang lainnya terluka akibat berdesak-desakan saat prosesi lempar jamrah di Mina, Arab Saudi, Kamis pagi (24/9) waktu setempat.

Insiden berdesak-desakan saat lempar jamrah bukanlah yang pertama kali terjadi dalam sejarah ibadah haji. Pada 1990, insiden berdesak-desakan antarjamaah haji di sebuah terowongan di Mina menewaskan 1.426 orang, termasuk di antaranya jamaah haji Indonesia.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar