Djarot Dorong Transportasi Berbasis Rel Urai Kemacetan di Medan

Djarot Dorong Transportasi Berbasis Rel Urai Kemacetan di Medan

Djarot bersama anggota DPR RI, Trimedya Panjaitan, dan Nusyirwan Soejono, meninjau pembangunan jalur ganda layang kereta api di Kota Medan, Kamis (3/5). (Foto: Istimewa)

(rel/rzd)

Kamis, 3 Mei 2018 | 15:04

Analisadaily (Medan) - Djarot Saiful Hidayat bersama anggota DPR RI, Trimedya Panjaitan, dan Nusyirwan Soejono, meninjau pembangunan jalur ganda layang kereta api di Kota Medan.

Dalam kesempatan itu, Djarot mengatakan, untuk mengurai kemacetan di Kota Medan, ke depan angkutan massa sebaiknya didorong agar menggunakan transportasi berbasis rel.

Menurut Djarot, kalau transportasi berbasis jalan raya, seperti bus way di DKI Jakarta, butuh waktu lama untuk pembebasan lahan, karena jalan-jalan di Kota Medan relatif sempit.

Oleh sebab itu, solusinya adalah dengan mendorong pembangunan kereta api ringan, atau yang dikenal juga sebagai LRT (Light Rail Transit).

“Maka, upayanya adalah dengan mendorong penggunaan angkutan berbasis rel atau menggunakan sistem LRT,” kata Calon Gubernur Sumatera Utara tersebut, Kamis (3/5).

Kemudian, ditentukan titik di mana akan dibangun lokasi transit dengan konsep TOD (Transit Oriented Development). Tujuannya, untuk mengintegrasikan moda transportasi yang sudah ada, utamanya Medan, Deli Serdang dan Binjai.

“Maka, dengan cara seperti itu, kemacetan di Kota Medan akan teratasi karena kita dorong orang untuk naik kereta api,” ucapnya.

Saat peninjauan tersebut, ikut mendampingi Galih, Penanggung Jawab Lapangan PT Wika. Pembangunan jalur kereta elevated atau kereta layang di Stasiun Medan rencananya akan diselesaikan pada November tahun ini.

“Dan, tadi disampaikan sudah on schedule ya, sudah 94 persen dan 2018 diharapkan sudah selesai,” ungkapnya.

Jalur kereta yang melintasi Kota Medan hingga Kuala Namu di Deli Serdang tersebut berjarak 32 kilometer.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar