Ditjen PAS Beberkan Kronologi Kerusuhan dan Pembakaran di Rutan Siak

Ditjen PAS Beberkan Kronologi Kerusuhan dan Pembakaran di Rutan Siak

Rutan Siak terbakar. (Foto: Istimewa)

(rel/rzd)

Sabtu, 11 Mei 2019 | 16:18

Analisadaily (Riau) - Dipicu penemuan narkoba di blok hunian oleh petugas Rutan Siak, berujung pada pembakaran. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (11/05) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

“Kami sedang melakukan pendalaman penyebab dan kronologisnya. Tim terdiri dari Ditjenpas, Itjen, Kanwil Riau dan Kepolisian setempat,” ungkap Direktur Keamanan dan Ketertiban Ditjen PAS, Lilik Sujandi, yang saat ini berada di lokasi kejadian.

“Berdasarkan info dari Kepala Rutan Siak, kejadian bermula dari ditemukannya narkoba yang diduga jenis sabu dalam lipatan baju Warga Binaan Pemasyarakatan atau WBP atas nama Y di blok wanita oleh seorang pegawai Rutan, yang langsung menyampaikan temuan tersebut kepada Kepala Rutan, Gatot,” ucap Lilik.

Selanjutnya Karutan merespon info tersebut, dengan melakukan penggeledahan di blok wanita bersama petugas pengamanan. Setelah itu ia langsung berkoordinasi dengan Kasat Narkoba Polsek Siak, AKP Jaelani.

Sekitar pukul  21.45 WIB, Kasat Reskrim Narkoba beserta anggota tiba di Rutan  dan langsung melakukan pemeriksaan serta pengembangan. Setelah dilakukan penyelidikan intensif dan BAP, ditetapkan 3 tahanan terbukti mengkonsumsi narkoba atas nama IM, Z, dan D.

Selanjutnya pada pukul 00.35 WIB, ketiga tahanan tersebut dimasukkan ke ruang hunian dengan pengawalan petugas. Sekitar pukul 01.10 WIB, terjadi pemberontakan oleh tahanan yang menjebol pintu blok sel tahanan.

Petugas Rutan langsung berkoordinasi dengan kepolisian. Kapolda Riau, Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, langsung hadir ke lokasi.

“Untuk ini kami, jajaran menghaturkan terima kasih. Posisi terakhir dari 648 tahanan dan narapidana, 31 orang masih dilakukan pengejaran. Perlu saya informasikan kapasitan hunian 128. Saat ini sedang dilakukan pemindahan oleh jajaran kanwil yang dipimpin langsung Kakanwil dan Dir Kamtib ke Rutan terdekat,” terangnya.

Lilik menegaskan, jajaran pemasyarakatan terus berpacu dan serius melakukan pemberantasan narkoba, walaupun pasti akan ada risiko perlawanan dari mereka yang merasa terusik kenyamannannya.

Diungkapkan Lilik, untuk mendukung semangat memberantas narkoba di Lapas dan Rutan, perlu terus dilakukan peningkatan  kapasitas petugas pemasyarakatan sebagai SDM, selain sinergitas dengan aparat penegak hukum terkait.

“Untuk itu kami akan melakukan penyelidikan secara lebih dalam, apa sebenarnya yang menjadi pemicu utama. Apakah ada provokator yang menunggangi. Karena pidana terbanyak di Rutan Siak adalah narkoba. Ini adalah bagian dari tantangan kami untuk menghilangkan peredaran narkoba di Lapas dan Rutan,” tegasnya.

“Kami akan kembali mengevaluasi dan meningkatkan langkah progresif penanganan dan upaya preventif  untuk mencegah terjadinya peristiwa yang sama di lapas rutan lain,” pungkasnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar