Ditjen Imigrasi Hadirkan Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0

Ditjen Imigrasi Hadirkan Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0

Ilustrasi. (Foto: Istimewa).

(rel/rzd)

Kamis, 24 Mei 2018 | 14:19

Analisadaily (Denpasar) - Direktorat Jenderal Imigrasi unit kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akan meluncurkan aplikasi antrean paspor versi 2.0 pada 28 Mei 2018.

Direktur Lalu Lintas Keimigrasian, Cucu Koswala mengatakan, aplikasi antrean paspor versi 2.0 pembaruan dari aplikasi sebelumnya. Di aplikasi antrean paspor versi 2.0 mendapatkan beberapa kemudahan bagi pemohon paspor. Di antaranya yaitu bisa mengecek ketersediaan kuota, dan status tanggal yang akan dipilih.

“Jika pada aplikasi sebelumnya pemohon tidak bisa mengecek jumlah kuota antrean pada tanggal tertentu, maka pada aplikasi baru akan ada kalender interaktif sehingga memungkinkan pemohon memantau ketersediaan kuota di tanggal tertentu,” katanya pada acara: Pelatihan Bagi Operator Aplikasi Antrean Paspor Online, di Aula Kanwil Kemenkumham Bali di Denpasar, Kamis (24/5).

Adapun pada Kalender interaktif di aplikasi akan muncul warna sebagai indikator. Yaitu warna hijau untuk kuota tersedia, kuning untuk kuota yang belum dibuka, merah kuota telah habis, biru tanggal terpilih dan abu-abu untuk hari libur.

“Pemohon juga bisa memantau ketersediaan kuota seperti total kuota yang disediakan oleh Kantor Imigrasi, kuota yang telah terpakai, dan sisa kuota yang masih tersedia,” Cucu Koswala menjelaskan.

Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0

Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0

Direktur Lalu Lintas Keimigrasian ini menambahkan, tampilan interface aplikasi antrean paspor versi 2.0 lebih dominan merah. Warna ini menggantikan warna biru dan hijau di aplikasi sebelumnya.

Aplikasi juga bisa diunduh di Playstore mulai 28 Mei 2018. Selain di Playstore, nantinya aplikasi juga akan bisa diunduh di Appstore. Di samping itu, pemohon juga bisa mengakses melalui website: antrian.imigrasi.go.id.

Aplikasi antrean paspor versi 2.0 akan diujicoba di Kantor Imigrasi di wilayah Bali. Yaitu di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, dan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja.

Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0

Aplikasi Antrean Paspor Versi 2.0

Wilayah Bali dijadikan uji coba aplikasi antrean paspor versi 2.0, karena memiliki 3 unit pelaksana teknis dan jumlah permohonan relatif tidak tinggi, sehingga lebih mudah untuk melakukan evaluasi.

“Serta diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lainnya. Aplikasi antrean paspor versi 2.0 akan diluncurkan serentak di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia setelah dievaluasi,” pungkas Cucu.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar