Ditetapkan Tersangka, Rabualam Dijerat Pasal Berlapis

Ditetapkan Tersangka, Rabualam Dijerat Pasal Berlapis

Rabualam.

(jw/rzd)

Jumat, 31 Mei 2019 | 23:27

Analisadaily (Medan) - Polrestabes Medan telah menetapkan tersangka terhadap Rabualam Syahputra karena diduga melakukan tindakan penghasutan dan makar saat unjuk rasa Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat (GNKR) di DPRD Sumut.

Katim Sidik Pelanggaran Dugaan Makar Satreskrim Polrestabes Medan, AKP Rafles Marpaung mengatakan, Rabualam ditangkap karena dianggap sudah melakukan penghinaan kepada institusi Polri. Dia juga terindikasi melakukan tindak pidana makar.

"Dalam orasinya Rabualam mengatakan, polisi PKI, polisi Laknatullah, polisi masuknya menyogok. Pak Tito Kapolri dipaksakan Jokowi," katanya di Mapolrestabes Medan, Jumat (31/5).

Peristiwa tersebut bermula saat unjuk rasa GNKR di Kota Medan, Jumat (24/5), dan sempat diwarnai kericuhan pada malam harinya. Polisi juga menuduh Rabualam sebagai provokator dalam aksi tersebut. Sejak siang harinya, Rabualam menyampaikan orasi-orasi provokatif.

"Pada malam harinya, aksi unjuk rasa juga memanas. Terjadi aksi pelemparan dari arah massa ke arah petugas yang ada di dalam kantor DPRD Sumut. AKBP Triadi, personel Polda Sumut mendapat luka di bagian tangan karena terkena serpihan botol kaca," jelasnya.

Rafles menegaskan, atas kejadian itu, Rabualam dianggap telah melanggar Pasal 14 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 1946 tentang penyebaran berita bohong yang berujung keonaran. Karenanya, Rabualam terancam dijerat dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

"Dirinya disangkakan dengan Pasal 160 juncto Pasal 170 KUHPidana tentang penghasutan yang berujung pada keonaran di tengah masyarakat. Lalu Pasal 107 dan atau 110 jo pasal 87 dan atau pasal 207 KUHP tentang tindak pidana makar. Untuk pidana makarnya maksimalnya bisa pidana mati," tegasnya.

(jw/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar