Ditetapkan Sebagai Tersangka, Romahurmuziy Tulis Surat

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Romahurmuziy Tulis Surat

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy (Istimewa)

(rel/csp)

Sabtu, 16 Maret 2019 | 13:25

Analisadaily (Jakarta) - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy, merasa dijebak atas operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (15/3) kemarin.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka, Romy pun memberikan surat terbuka kepada awak media yang berisikan tentang permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Tim Kampanye Nasional Jokowi-Amin.

Dilansir dari Antara, Sabtu (16/3), berikut beberapa poin dari isi surat terbuka yang ditulis dan ditanda tangani Rommy:

Saya merasa dijebak dengan sebuah tindakan yang tidak pernah saya duga, saya pikirkan, tahu saya rencanakan. Bahkan firasat pun tidak. Itu lah kenapa saya menerima sebuah permohonan silaturrahmi di sebuah hotel yang sangat terbuka dan semua tamu bisa melihatnya. Ternyata niat baik ini justru menjadi petaka.

Kejadian ini juga menunjukkan ini lah risiko dan sulitnya menjadi salah satu public figure yang sering menjadi tumpuan aspirasi tokoh agama atau tokoh-tokoh masyarakat dari daerah.

Kepada rekan-rekan TKN Jokowi-Amin dan masyarakat Indonesia, saya mohon maaf atas kejadian menghebohkan yang tidak diinginkan ini. Ini lah risiko pribadi saya sebagai pemimpin yang harus saya hadapi dengan langkah-langkah yang terukur dan konstitusional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Mohon doanya kepada warga PPP di seluruh pelosok tanah air, rekan-rekan pengurus DPP, DPW, DPC, PAC dan Ranting"

Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas seluruh persepsi dan dampak akibat kejadian yang sama sekali tidak pernah terlintas di benak ini. Jangan kendurkan perjuangan karena waktu menuju pemilu hanya tinggal hitungan hari. Saya sudah keliling nusantara dan meyakini PPP lebih dan mampu untuk melewati ambang batas parlemen. Saya akan segera mengambil keputusan yang terbaik untuk organisasi, setelah bermusyawarah dengan rekan-rekan fungsionaris DPP dan DPW dalam keterbatasan komunikasi yang saya miliki saat ini.

(rel/csp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar